Kamis, 11 Juni 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Ini Cara Kerja Alat Rapid Test Corona

Indonesia disebut akan mendatangkan ratusan ribu alat rapid test untuk bisa mendeteksi infeksi Covid-19.

Tayang:
Editor: Sansul Sardi
Freepik.com
Rapid Test Corona melalui sampel darah 

Sehingga, saat virus atau bakteri itu kembali, tubuh sudah tahu bahwa ia harus dilawan.

• IgM

IgM adalah antibodi yang terbentuk saat Anda pertama kali terinfeksi oleh virus ataupun bakteri jenis baru.

Bisa dibilang, IgM adalah garda terdepan pertahanan tubuh kita.

Saat tubuh merasa bahwa ada infeksi yang akan terjadi, maka kadar IgM di tubuh akan meningkat, sebagai persiapan melawan virus atau bakteri.

Lalu, setelah beberapa saat, kadar IgM akan mulai menurun, digantikan oleh IgG yang akan melindungi tubuh dalam jangka waktu lebih lama.

Sehubungan dengan rapid test Covid-19 yang akan masuk, maka nantinya orang yang menjalani pemeriksaan ini kurang lebih akan menjalani pemeriksaan sebagai berikut:

  • Sampel darah diambil sedikit dari ujung jari.
  • Lalu, sampel tersebut diteteskan ke alat rapid test.
  • Selanjutnya, cairan pelarut sekaligus reagen akan diteteskan di tempat yang sama.
  • Tunggu 10-15 menit.
  • Hasil akan tampak di alat berupa garis.

Jika hasilnya positif, maka ada kemungkinan bahwa orang tersebut memang sedang mengalami infeksi.

Namun, hasil dari rapid test tidak bisa langsung dijadikan acuan untuk menganggap bahwa orang tersebut positif atau negatif Covid-19.

Jika hasil rapid test positif, maka orang tersebut perlu menjalani pemeriksaan lebih lanjut lagi menggunakan pemeriksaan swab tenggorokan dan hidung.

Hasil swablah yang bisa dijadikan pegangan seseorang positif atau negatif Covid-19.

Pengumuman Lockdown, Warga Perancis Panik Borong Roti Baguette dan Bukan Tisu Toilet! Ini Alasannya

Wawali Samarinda Tunda Resepsi Pernikahan Putrinya, Konsumsi 50.000 Undangan Dibagi ke Panti Jompo

Hal yang perlu diperhatikan seputar hasil rapid test

Rapid test memang bisa berperan sebagai langkah penyaringan, untuk mempercepat deteksi infeksi virus corona.

Meski begitu, ada hal yang perlu diperhatikan.

Hasil rapid test, tidak 100% akurat. Masih ada faktor-faktor lain yang bisa membuat alat ini mengeluarkan hasil false negative atau negatif palsu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved