Virus Corona
Ini Cara Kerja Alat Rapid Test Corona
Indonesia disebut akan mendatangkan ratusan ribu alat rapid test untuk bisa mendeteksi infeksi Covid-19.
Medical editor SehatQ, dr. Anandika Pawitri mengemukakan bahwa rapid test dengan metode antibodi ini merupakan tindakan skrining dan bukan konfirmasi.
Untuk bisa memastikan status positif corona, pemeriksaan menggunakan swab harus tetap dilakukan. Mengapa begitu?
“Saat alat itu membaca bahwa di tubuh kita ada IgG dan IgM yang terbentuk, itu artinya ada dua hal. Pertama, dia memang terinfeksi corona, atau kedua, dia bisa aja cross reaction antibody dengan virus lain,” ungkapnya.
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan rapid test tersebut negatif juga bisa disebabkan karena antibodi Covid-19, belum terbentuk di tubuh kita.
Jadi, bisa saja Anda melakukan pemeriksaan di waktu yang kurang tepat, karena antibodi belum terbentuk, padahal virus tersebut sudah ada di dalam tubuh.
Terakhir, dr. Anandika menambahkan bahwa karena virus ini masih baru, masih banyak sifat-sifatnya yang belum diketahui secara jelas, termasuk waktu terbentuknya antibodi setelah paparan terjadi.
Sehingga, meskipun setelah Anda melalui prosedur rapid test dan mendapatkan hasil yang negatif, tetaplah menjalani karantina mandiri dan melakukan social distancing, selama setidaknya 14 hari.
Apalagi, jika Anda mengalami gejala-gejala seperti demam, batuk, dan sesak napas.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ratusan Ribu Alat Rapid Test Corona Masuk Indonesia, Ini Cara Kerjanya"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/rapid-test-corona-melalui-sampel-darah.jpg)