Otomotif

Catat, Pemudik yang Nekat Gunakan Mobil Jenis Ini Bakal Didenda Rp 100 Juta

Pemberlakuan sanksi akan dilakukan dalam dua tahap, mulai dari persuasif hingga sanksi tegas dan denda.

Jasa Marga
Ilustrasi - Tol Jabodetabek 

TRIBUNTERNATE.COM - Pelarangan mudik telah dilakukan oleh pemerintah pusat di Indonesia.

Hal ini dilakukan guna mencegah penularan virus corona di daerah.

Untuk itu warga yang tinggal di zona merah, seperti di Jabodetabek dan Bandung Raya, untuk dilarang mudik saat Lebaran.

Larangan ini sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Masyarakat yang melanggar aturan ini sanksinya cukup berat, yakni harus putar balik atau denda sebesar Rp 100 juta.

Aturan yang sudah berlaku mulai Jumat (24/4/2020) ini tidak hanya melarang pemudik menggunakan kendaraan pribadi, seperti mobil ataupun sepeda motor.

Namun, juga melarang pemudik yang naik transportasi umum di darat, laut, dan udara.

UPDATE Daftar Harga Sepeda Motor Honda Terbaru Bulan April 2020: Ada Honda BeAT hingga ADV 150

Benarkah Motor Skutik yang Dikunci Setang ke Kanan Persulit Aksi Maling? Ini Penjelasannya

Polres Ngawi melakukan penyekatan kendaraan yang nekat mudik di pintu exit sit tol. Puluhan kendaraan dipaksa putar balik menuju kota asal mereka ketika hendak keluar dari pintu exit tol Ngawi.
Polres Ngawi melakukan penyekatan kendaraan yang nekat mudik di pintu exit sit tol. Puluhan kendaraan dipaksa putar balik menuju kota asal mereka ketika hendak keluar dari pintu exit tol Ngawi. (KOMPAS.COM/SUKOCO)

Juru Bicara Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) Adita Irawati mengatakan, pemberlakuan sanksi akan dilakukan dalam dua tahap, mulai dari persuasif hingga sanksi tegas dan denda.

"Jadi dari mulai 24 April hingga 7 Mei, kita lakukan dengan persuasif, akan diminta putar balik bila kendaraan tidak sesuai aturan atau selain logistik," kata Adita, Kamis (23/4/2020).

Sementara yang kedua, sambung Adita, mulai 7 hingga 31 Mei 2020 akan dilakukan penindakan lebih tegas lagi hingga memberikan denda kepada pelanggar.

Halaman
123
Editor: Sri Handayani1
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved