Virus Corona

Para Peneliti Oxford Sebut Obat HIV Tidak Efektif untuk Mengobati Covid-19

Kombinasi obat anti-virus HIV tidak menunjukkan potensi penyembuhan untuk pasien Covid-19.

Freepik.com
Rapid Test Corona melalui sampel darah 

TRIBUNTERNATE.COM - Kabar mengenai obat antivirus corona hingga kini terus diuji coba oleh beberapa negara.

Berbicara mengenai antivurus corona, para peneliti di University of Oxford, mengumumkan kombinasi obat anti-virus HIV tidak menunjukkan potensi penyembuhan untuk pasien Covid-19.

Kombinasi obat itu, terdiri dari lopinavir dan ritonavir (dengan nama dagang kaletra) yang biasanya digunakan untuk mengobati HIV.

“Hasil dari percobaan ini, bersama dengan percobaan besar acak lainnya harus diperhitungkan ke dalam panduan terbaru sehubungan bagaimana pasien harus diobati,” demikian kata Martin Landray, deputi kepala peneliti percobaan ini pada Senin (29/6/2020).

Lopinavir-ritonavir tidak memitigasi laju kematian jangka pendek, memperpendek waktu perawatan pasien di rumah sakit, atau menghambat laju penyakit.

Buntut Rhoma Irama Ingkar Janji, Ini Klarifikasi Raja Dangdut Tampil di Acara Khitanan saat Corona

Banyak Kasus Positif Covid-19 di Perumahan Mewah Surabaya, Risma: Ada Warga dari Luar Negeri

Hasil ini diterbitkan sebagai bagian dari percobaan RECOVERY Oxford, sebuah percobaan besar secara acak melibatkan lebih dari 11.800 pasien dari seluruh Inggris yang melakukan evaluasi terhadap sejumlah pengobatan Covid-19 yang diusulkan.

Total ada 1.596 pasien yang diobati dengan kombinasi lopinavir-ritonavir, dan 3.376 pasien yang diberi pengobatan biasa.

Mereka mengumumkan hasil ini setelah dikaji oleh sebuah komite independen.

Percobaan ini mengonfirmasi sebuah studi lebih kecil yang diterbitkan di dalam the New England Journal of Medicine edisi Maret, yang juga menyimpulkan bahwa lopinavir-ritonavir tidak membantu penyembuhan pasien Covid-19.

Pada awal Juni, Oxford menerbitkan hasil percobaan yang menunjukkan bahwa obat antimalaria hidroksiklorokuin tidak efektif sebagai pengobatan Covid-19.

Berisiko Terinfeksi Covid-19, Sebaiknya Hindari 9 Hal Ini saat Anda Makan di Restoran Era New Normal

Heboh Aksi Risma Bersujud karena RS Penuh, Ternyata Ini Strategi Meratakan Kurva Covid-19

Presiden AS Donald Trump adalah seorang tokoh yang menganjurkan penggunaan obat itu, dan malahan pada Mei mengatakan, dia minum obat itu sebagai langkah pencegahan Covid-19.

Milken Institute memperkirakan saat ini terdapat hampir 260 cara pengobatan dan lebih dari 170 vaksin yang sedang dikembangkan.

Belum ada pengobatan atau vaksin yang disetujui, meskipun China pada Minggu (28/6/2020) mengumumkan telah memberi persetujuan pada sebuah kandidat vaksin yang akan digunakan oleh pihak militer.

Hingga saat ini, cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah penularan Covid-19 adalah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), cuci tangan dengan sabun, menggunakan masker, dan sebisa mungkin berada di rumah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Peneliti Oxford: Obat HIV Tak Efektif untuk Mengobati Corona Covid-19"

Editor: Sri Handayani1
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved