Breaking News:

Tanggapan Polri soal Djoko Tjandra Disebut Berstatus Konsultan di Bareskrim Polri: Itu Tidak Benar

Argo Yuwono menyebut kabar buronan Djoko Tjandra adalah konsultan di Bareskrim Polri tidak benar alias hoax.

Twitter @habiburokhman
Salinan paspor Djoko Tjandra 

TRIBUNTERNATE.COM  - Kabar mengenai buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra adalah konsultan di Bareskrim Polri tidak benar alias hoax.

Informasi tersebut diungkap oleh Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Polisi Argo Yuwono.

Diketahui, informasi Djoko Tjandra berstatus konsultan Biro Korwas PPNS Bareskrim Polri pertama kali muncul berdasarkan surat keterangan pemeriksaan Covid-19 yang tesebar di media sosial.

Surat itu dikeluarkan oleh Pusdokkes Polri.

"Seperti kata Kabareskrim kemarin, bahwa surat tersebut tidak benar (Djoko Tjandra sebagai konsultan Bareskrim, Red)," kata Argo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (17/7/2020).

Sebelumnya, Argo sempat menjelaskan asal usul keluarnya surat keterangan pemeriksaan Covid-19 dari Pusdokkes Polri.

Terbitkan Surat Jalan untuk Djoko Tjandra, Ini Sosok Pejabat Polri Brigjen Prasetijo Utomo

Terseret Kasus Djoko Tjandra, Harta Kekayaan Brigjen Prasetijo Utomo Melonjak, Total Rp 3,13 Miliar

Dia mengakui surat itu sempat diterbitkan atas permintaan mantan Kakorwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol Prasetijo Utomo.

Saat itu, Prasetijo yang kini telah dicopot dari jabatannya itu memanggil dokter yang berasal dari Pusdokkes Polri untuk memeriksa kesehatan Djoko Tjandra dan satu orang lagi yang tidak dikenal identitasnya.

"Memang benar jadi dokter dipanggil oleh BJP PU. Di ruangannya sudah ada 2 orang yang tidak dikenal sama dokter ini dan kemudian melaksanakan rapid test," jelasnya.

Usai melaksanakan rapid, ternyata keduanya telah terbukti hasilnya negatif terpapar virus Corona.

Halaman
123
Editor: Sri Handayani1
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved