Virus Corona
Benarkah Cegukan Bisa Jadi Gejala Baru Covid-19? Ini yang Harus Anda Ketahui
Cegukan dilaporkan sebagai salah satu gejala infeksi Covid-19, namun tidak masuk ke dalam gejala resmi Centers for Disease Control and Prevention.
"Kita hanya perlu berhati-hati dengan anggapan bahwa cegukan sama dengan Covid-19," ujar Dr. Shipley.
Penyebab cegukan terus-menerus
Terdapat banyak hal yang dapat menyebabkan cegukan, namun penyebab umumnya adalah masalah gastrointestinal, seperti refluks asam, kata Dr. Shipley.
Refluks asam adalah kondisi di mana asam lambung naik ke kerongkongan yang menimbulkan sensasi seperti terbakar, sehingga dapat menyebabkan perut mulas.
Namun, masalah gastrointestinal bisa jadi merupakan efek samping dari konsumsi obat-obatan tertentu.
Dr. Li menyarankan, kita harus bertemu dokter jika tidak dapat menghentikan cegukan selama lebih dari 48 jam.
"Jika seseorang datang dengan mengalami cegukan selama empat hari, saya tidak akan mengabaikannya," tuturnya.
Cegukan kronis bisa menjadi tanda masalah yang mendasari seperti tumor, diabetes, atau gangguan gastrointestinal, demikian menurut Mayo Clinic.
Namun, jika kita terpapar virus corona, tidak menerapkan jarak sosial, atau menunjukkan gejala lebih umum seperti batuk dan demam, Dr. Shipley menganjurkan untuk segera menjalani tes Covid-19.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Benarkah Cegukan Jadi Gejala Baru Infeksi Covid-19?"
Penulis : Gading Perkasa
Editor : Bestari Kumala Dewi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-kisah-pria-di-korea-selatan-sembuh-total.jpg)