Breaking News:

Anda Termasuk Orangtua yang Terlalu Protektif? Awas, Ini Dampaknya Terhadap Perkembangan Anak

Kecenderungan untuk melindungi, menyangga, dan memanipulasi ini dapat terwujud dalam banyak cara.

http://www.smartmama.com
Foto ilustrasi orang tua sedang mengajari anak 

TRIBUNTERNATE.COM - Menjadi orangtua memang mempunyai banyak tugas dan tanggung jawab yang diemban.

Namun saking ingin melindungi keluarganya, banyak orangtua yang terlalu protektif atau overprotective sebenarnya memiliki tujuan baik.

Hanya saja caranya kerap kali kontraproduktif terhadap perkembangan anak.

Mereka akan berusaha melindungi anak dari rasa sakit fisik, mental, atau emosional. Mereka ingin memastikan bahwa anak-anak mereka sukses, sehingga mereka dapat meminimalkan hambatan-hambatan yang mungkin terjadi ke depannya.

Masalahnya adalah mereka sering kali terlalu mendominasi pengambilan keputusan atas nama anak mereka. Mereka juga percaya bahwa merekalah yang paling tahu yang terbaik buat anak.

Sering Dianggap Tabu, Ternyata Kentut Miliki Banyak Manfaat Kesehatan Lho!

Kronologi Orangtua Aniaya Anak hingga Tewas Lalu Dikubur dengan Pakaian Lengkap di Banten

Kecenderungan untuk melindungi, menyangga, dan memanipulasi ini dapat terwujud dalam banyak cara.

Berikut ini beberapa contoh pola asuh yang terlalu protektif:

1. Mengontrol pilihan

Orangtua terlalu mendominasi keputusan anak. Misalnya dalam memilih baju atau memilih mainan yang mereka suka.

Anak-anak tidak diberikan kebebasan untuk memilih, sementara orangtua yakin bahwa pilihannya lah yang paling baik.

Halaman
1234
Editor: Sri Handayani1
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved