Kronologi Putra Sulung Amien Rais Alami Kecelakaan Beruntun di Tol Cipali Minggu Dinihari
Hanafi Rais mengalami kecelakaan di ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali) pada Minggu (18/10/2020) dinihari.
TRIBUNTERNATE.COM - Kabar kurang sedap menimpa putra sulung Amien Rais, Hanafi Rais.
Sebab Hanafi Rais dikabarkan mengalami kecelakaan di ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali) pada Minggu (18/10/2020) dinihari.
Kecelakaan terjadi di kilometer 112.900, tepatnya di Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Hanafi kemudian langsung dirujuk ke rumah sakit di wilayah Purwakarta untuk mendapatkan perawatan medis.
Baca juga: Minta Jokowi Cabut UU Cipta Kerja, Amien Rais: Mengapa Mereka Tuli dan Buta Terhadap Kebenaran?
Baca juga: 2 Kali Bikin Partai hingga Kalah Pilpres 2004, Ini Sederet Rekam Jejak Amien Rais di Dunia Politik
"Betul, menurut keterangan sopirnya korban Ahmad Hanafi Rais anaknya Amien Rais," kata Panit PJR Tol Cipali Iptu Karyana.saat dikonfirmasi, Minggu (18/10/2020).
Kronologi Kecelakaan
Kejadian bermula saat kendaraan milik Hanafi Rais bernomor polisi B 1612 WMV melintas di jalan tol tersebut dari Cirebon menuju arah Jakarta.
Kendaraan itu dikemudikan oleh supir Hanafi Rais bernama Ferdian.
Di tengah perjalanan, kendaraan Hanafi Rais ditabrak dari belakang oleh kendaraan mini bus.
Menurut Karyoto, mobil mewah Hanafi Rais pun terpental dan menabrak kendaraan berat di depannya.
"Kendaraan tertabrak dari arah belakang kemudian terpental dan menabrak lagi kendaraan berat," jelasnya.
Akibat insiden tersebut, Hanafi Rais diketahui mengalami luka berat dan supirnya mengalami luka ringan.
Karyoto bilang posisi politikus PAN itu memang duduk di depan atau di samping kursi supir.
Lebih lanjut, Karyoto menyebutkan kendaraan Alphard milik putra Amien Rais itu pun ringsek di bagian depannya.
Hingga saat ini, Hanafi dan supirnya telah dilarikan ke RS Purwakarta.
Baca juga: Sederet Fakta Partai Ummat Bentukan Amien Rais: Akan Lawan Kezaliman hingga Beda ideologi dengan PAN
Baca juga: Angkat Bicara Soal Keributan di Pesawat Garuda Indonesia, Mumtaz Rais: Memang Ada Kesalahpahaman