Breaking News:

Kemendikbud Sebut Lulusan SMA-SMK yang Diserap Perguruan Tinggi Hanya 38 Persen

Indonesia diprediksi bisa menjadi negara maju berperingkat kelima di tahun 2030 andai saja memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul

Editor: Sri Handayani1
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Peserta ujian mengerjakan soal Bahasa Indonesia pada pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA/MA/SMAK hari pertama di SMA Negeri 5, Jalan Belitung, Kota Bandung, Senin (1/4/2019). UNBK 2019 tingkat SMA/MA/SMAK berlangsung selama 4 hari, yakni 1 April, 2 April, 4 April, dan 8 April 2019. Pelaksanaan UNBK di SMAN 5 Bandung diikuti 367 peserta yang dibagi dalam dua sesi dengan menggunakan lima ruangan. 

TRIBUNTERNATE.COM - Sekitar 2-3 juta lulusan SMA dan SMK tiap tahun, yang diserap oleh perguruan tinggi baru sekitar 38 persen.

Hal ini diungkap oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) Nizam.

Padahal, Indonesia diprediksi bisa menjadi negara maju berperingkat kelima di tahun 2030 andai saja memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan tentunya ditunjang melalui pendidikan yang mumpuni.

“Saat ini Indonesia memiliki 4.700 perguruan tinggi dengan lulusan SMA dan SMK rata-rata sekitar 2-3 juta setiap tahunnya, namun yang diserap oleh perguruan tinggi baru sekitar 38 persen dari rata-rata tadi. Ini yang memang harus diakselerasi dengan pemberian beasiswa KIP Kuliah untuk memberi akses belajar ke perguruan tinggi,” ucap Nizam seperti dilansir dari laman Kemendikbud, Kamis (12/11/2020).

Baca juga: Kemendikbud Sebut 123 Mahasiswa Positif Covid-19 Setelah Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja

Baca juga: Disalurkan Hari Ini, Simak Jadwal Lengkap Bantuan Kuota Internet Kemendikbud Disini

Menyiapkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing, lanjut dia, merupakan tugas utama Kemendikbud.

"Namun, di tengah masa pandemi, Kemendikbud harus beradaptasi dengan cepat terutama untuk memulihkan kondisi pandemi sekaligus memastikan pembelajaran tetap berjalan," paparnya.

Upaya Kemendikbud membangun SDM

Nizam menjelaskan bahwa akses pendidikan kini mulai dikembangkan secara masif setelah adanya Undang-Undang Pendidikan Nasional di mana akses untuk pendidikan dasar dan menengah sudah universal.

Dalam upaya menangani pandemi, Kemendikbud pun telah mengeluarkan surat edaran untuk melakukan pembelajaran dari rumah bagi sekolah dan kampus yang diiringi pula dengan berbagai relaksasi.

Langkah pertama, lanjutnya, adalah penggunaan dana BOS untuk berbagai kebutuhan sesuai dengan yang dibutuhkan di sekolah-sekolah.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved