Virus Corona
Pemuda Berambut Gondrong di Pontianak Ini Pingsan Usai Jalani 'Rapid Test' Gegara Takut Jarum Suntik
"Tenang saja, jangan tegang," kata petugas kepada pemuda tersebut saat memanggil dan mendudukkan dia di meja.
TRIBUNTERNATE.COM - Rangkaian razia protokol kesehatan terus digalakkan di berbagai daerah di Indonesia.
Rupanya dalam proses ini, ada berbagai kejadian tak lazim yang terekam kamera.
Kali ini seorang pemuda berambut gondrong pingsan usai menjalani rapid test virus corona atau Covid-19 dalam razia protokol kesehatan di Warung Kopi Aming, Jalan Ilham, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Jumat (11/12/2020) sore.
Baca juga: UPDATE Sebaran Virus Corona Indonesia Jumat (11/12/2020): DKI Catat 1.232 Kasus Baru dan Jabar 1.029
Baca juga: BREAKING NEWS: Tambah 6.310, Total Kasus Virus Corona Indonesia Jadi 605.243 per 11 Desember 2020
Diduga, pemuda bertubuh kurus tinggi itu pingsan karena takut sama jarum suntik yang ada di alat rapid test.
"Tenang saja, jangan tegang," kata petugas kepada pemuda tersebut saat memanggil dan mendudukkan dia di meja.
Sebelum rapid test, pemuda itu memang sudah terlihat ketakutan.
Dia semakin menjadi ketika petugas mulai menarik jari tangannya dan menusukkan jarum.
Seketika, dia terlihat semakin takut. Tangannya bergetar.
Wajahnya pucat. Sesaat setelah menjalani rapid test pemuda tersebut pun pingsan.
Baca juga: Direktur RS Ummi Bogor Positif Covid-19, Bima Arya: Dirawat di ICU RSUD Sejak Semalam
Baca juga: Viral Video Bus Sekolah Angkut 72 Pasien Positif Covid-19, Begini Penjelasan Puskesmas Ciracas
Dalam keterangan tertulisnya, Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harisson menyebut, razia protokol kesehatan di salah satu Warung Kopi Aming tersebut menjaring ratusan pengunjung.
Mereka dirazia karena tidak jaga jarak dan sebagian abai menggunakan masker.
Alhasil, petugas pun melakukan screening kepada seluruh pengunjung dengan tes cepat.
Bagi pengunjung yang ditemukan reaktif, mesti menjalani pemeriksaan swab.
Harisson pun mengingatkan, pihaknya akan terus mendatangi warung kopi atau kafe yang abai menerapkan protokol kesehatan.
"Untuk itu harus disiasati. Kita tetap menyalahkan pemilik warung kopi, kalau di dalam situ ada pengunjung yang tidak jaga jarak atau tidak pakai masker," kata Harisson.