Breaking News:

Kasus Covid-19 Melonjak, Kegiatan di Jawa-Bali pada 11-25 Januari Dibatasi, Ini yang Perlu Diketahui

Pemerintah mengambil langkah untuk mencegah semakin tingginya penularan Covid-19 dengan membatasi kegiatan masyarakat.

Instagram @jkt.info
Ilustrasi - Suasana stasiun Bojong Gede, Senin (13/5/2020). Antrean panjang terjadi di tengah pemberlakuan PSBB. 

TRIBUNTERNATE.COM - Kasus virus corona atau Covid-19 di Indonesia terus mengalami kenaikan.

Pemerintah lantas mengambil langkah untuk mencegah semakin tingginya penularan Covid-19

Salah satunya yakni dengan membatasi kegiatan masyarakat. 

Kebijakan pembatasan itu diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Rabu (6/1/2021).

Airlangga mengatakan, pembatasan kali ini menyasar kegiatan masyarakat secara terbatas.

"Pemerintah melihat beberapa hal yang perlu dilakukan pembatasan dari kegiatan masyarakat. Yang harapannya penularan Covid-19 bisa dicegah atau dikurangi seminimal mungkin," ujar Airlangga dikutip dari tayangan konferensi pers di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Dia pun mengumumkan, pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat ini berlangsung selama 15 hari yakni pada 11-25 Januari 2021 di Jawa dan Bali.

Baca juga: Kasus Covid-19 Naik, Pemerintah Batasi Aktivitas Masyarakat di Jawa dan Bali pada 11-25 Januari 2020

Berikut rangkumannya:

1. Berdasarkan empat pertimbangan

Airlangga menjelaskan, ada empat parameter yang digunakan untuk menentukan Jawa dan Bali sebagai daerah berlakunya pembatasan kegiatan masyarakat.

Halaman
1234
Editor: Rohmana Kurniandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved