Tri Rismaharini: ''Lihat Mereka Tidur di Gerobak, Saya Manusia Apa kalau Saya Diam Saja?''
Namun, wanita yang akrab disapa Risma itu menolak menyebut kegiatannya berkeliling di DKI Jakarta sebagai aksi blusukan.
TRIBUNTERNATE.COM - Setelah dilantik sebagai Menteri Sosial RI pada Rabu (23/12/2020) lalu, Tri Rismaharini melakukan sejumlah kegiatan.
Salah satu kegiatan Mensos RI Tri Rismaharini yang menjadi sorotan adalah berkeliling DKI Jakarta.
Namun, wanita yang akrab disapa Risma itu menolak menyebut kegiatannya berkeliling di DKI Jakarta sebagai aksi blusukan.
Menurut dia kegiatannya itu hanya sebatas aktivitas rutin dari rumah dinas menuju kantor.
Risma mengatakan, kebiasaannya sejak menjadi Wali Kota Surabaya melintas melalui jalan yang berbeda-beda setiap hari dari rumah dinas menuju kantor.
Kebiasaan itu, lanjut dia, masih dibawa hingga ia menjabat sebagai Mensos RI lalu berkantor dan tinggal di Jakarta.
"Saya itu jalan ke kantor itu pagi, saya ndak blusukan, coba cek pemulung ketemu di jalan besar kan, saya enggak blusukan. Saya hanya lewat dari rumah ke kantor," kata Risma di Bekasi, Jumat (8/1/2021).

Baca juga: PKS Kritik Aksi Blusukan Risma: Menteri Skalanya Nasional, Daerah Serahkan ke Dinas Sosial
Baca juga: Pemilik Toko Poster Dituding Jadi Pemulung yang Ditemui Tri Rismaharini, Sang Anak Kena Bully
Baca juga: Aksi Blusukan Mensos Risma Tuai Polemik, Yunarto: Gak Bisa Dibantah Urusan Output Kerjanya
Menurut Risma, kebiasaan melintas di jalan berbeda setiap hari dari rumah menuju kantor merupakan strategi yang sengaja dia lakukan.
Sebab, sebagai orang yang memiliki kebijakan, tentu dia memiliki risiko ancaman ketika kebijakan yang dia keluarkan tidak disukai oknum tertentu.
"Itu memang saya punya stategi khusus, karena sudah sekian kali waktu saya jadi wali kota, saya nutup Dolly (lokalisasi prostitusi di Surabaya), semua saya sering diancam dibunuh, jadi saya harus punya stategi untuk itu," tegasnya.
Namun ketika dia sedang melintas di jalan yang dilalui berbeda-beda, ia kerap menjumpai pemulung atau gelandangan yang kondisinya memprihatinkan.
Di saat itulah, Risma menempatkan dirinya bukan sebagai menteri sosial, melainkan sebagai manusia biasa.
Sebagai manusia, dia iba melihat orang yang keadaanya kurang beruntung dan hidup serba kekurangan di jalan.
"Tapi ketika jalan, saya sebagai manusia bukan sebagai Mensos, lihat mereka tidur digerobak, saya manusia apa kalau saya diam aja," ujarnya.
Antarkan 5 pemulung ke Bekasi