Pengamat Penerbangan Sebut Keselamatan Korelasinya dengan Perawatan, Bukan Usia Pesawat
Pengamat Penerbangan Alvin Lie menegaskan bahwa faktor keselamatan penerbangan tergantung pada kedisiplinan maskapai dalam merawat pesawat.
"Jadi kurang lebih ya umurnya sekitar 25 sampai 26 tahun," ungkap Suryanto di Posko Crisis Center Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta kemarin malam.
Pasalnya, hingga kini KNKT masih mengumpulkan data di lapangan soal kondisi pesawat saat akan lepas landas.
Diketahui, pesawat tersebut baru saja lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Supadio, Pontianak.
"Tapi harusnya berapa pun umur dari pesawat kalau ada maintenance secara bertahap sesuai yang berlalu di Dirjen Perhubungan Udara harusnya safe (aman)," ungkap Suryanto.
Di kesempatan yang sama, Direktur Utama Sriwijaya Air, Jefferson Jauwena mengaku bahwa pesawat yang kandas tersebut sudah dalam keadaan laik terbang.
Sebab, pesawat SJY182 milik Sriwijaya Air itu terlebih dahulu menjalani pengecekan dan dianggap sudah laik terbang.
"Karena sebelumnya pesawat ini sudah terbang terlebih dahulu, ini rute kedua. Rute ini kan Pontianak pulang pergi, dan sudah dicek secara berkala," aku Jefferson.
Diberitakan sebelumnya, Pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang - Bandara Supadio, Pontianak hilang kontak sekira pukul 14.40 WIB, Sabtu (9/1/2021).
Diduga kuat, pesawat yang berisi 62 penumpang termasuk awak kabin tersebut karam di wilayah perairan Kepulauan Seribu.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pesawat Sriwijaya Air SJY182 yang Jatuh Sudah Berumur 26,7 Tahun, Dioperasikan Sejak 2012
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Usia Pesawat Tua Tak Jadi Soal, Alvin Lie: Keselamatan Itu Korelasinya dengan Kedisiplinan Perawatan
Penulis: Fitri Wulandari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/pesawat-sriwijaya-air.jpg)