Longsor di Cihanjuang, Sumedang: 14 Korban Tewas Ditemukan, 26 Lainnya Masih dalam Pencarian
Hingga Senin (11/1/2020), sebanyak 14 orang yang meninggal dunia telah ditemukan, sedangkan 26 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Perobohan dilakukan setelah tim SAR berkoordinasi dengan pemilik bangunan dan Pemkab Sumedang.
"Dengan cara seperti itu, semua alat berat bisa masuk ke dalam dengan leluasa, sehingga kita ada harapan untuk mempercepat proses pencarian," kata Deden.
Baca juga: BPOM Keluarkan Izin Darurat Vaksin Covid-19 Sinovac, Ini Kata Pakar Imunisasi
Baca juga: Satu Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ182 Berhasil Diidentifikasi oleh Kepolisian, Atas Nama Oki Bisma

Rencananya pencarian akan dilakukan tim SAR hingga dini hari.
"Namun, kalau cuaca tidak memungkinkan akan kami tarik," ujarnya.
Ratusan KK Diungsikan
Ratusan kepala keluarga (KK) di sekitar lokasi longsor di daerah Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, diungsikan untuk menghindari longsor susulan.
Sebanyak 125 KK berasal dari dari Perum SBG Parakanmuncang, yang lokasinya berada di atas Perum Pondok Daud.
Sebanyak 54 KK berasal dari Blok Cicabe, dan 24 KK lainnya mereka yang tinggal di sekitar titik longsor.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Herman Suryatman, mengatakan, ratusan KK itu akan diungsikan ke SD Ciparuat, SD Al Hidayah, dan beberapa tempat lainnya.
Sedangkan pengungsi dari SBG akan dialihkan ke gedung serbaguna di kompleks tersebut.
"Untuk masyarakat, silakan kami siapkan tempat pengungsian. Namun, apabila akan menyiapkan tempat pengungsian mandiri, silakan. Namun, kami akan data ini, kami akan data dari 125 KK dan 54 KK di bawah, termasuk zona satu yang terdampak," ujarnya saat ditemui di Posko SAR Cimanggung, Senin (11/1).
Herman mengatakan, Pemkab Sumedang juga sudah mulai melakukan persiapan agar warga yang tinggal di titik longsor dan sekitarnya dapat direlokasi secara permanen.
"Pemkab Sumedang masih melakukan survei untuk lahan," ujarnya.
Baca juga: Bantu Pencarian Pesawat Sriwijaya Air SJ182, Basarnas Turunkan 2 Unit Robot Bawah Laut Canggih
Untuk rehabilitasi rumah, menurut Herman, akan dibantu oleh pemerintah pusat.
Pembangunannya mendapat garansi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).