Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pencarian Sriwijaya Air SJ182: Pesawat Diduga Jatuh ke Laut dengan Kecepatan Tinggi

Meski keberadaan black box sudah dilokalisir menggunakan ping locator, tetapi penyelam perlu mengurai dulu puing-puing di dasar laut.

Istimewa
Pesawat Sriwijaya Air hilang kontak 11 nautical mile lepas pantai Jakarta saat menanjak dari ketinggian 11,000 feet menuju 13,000 feet pukul 07.40 UTC atau sekitar pukul 14.40. 

TRIBUNTERNATE.COM - Proses pencarian black box (kotak hitam) pesawat Sriwijaya Air SJ182 masih terus berlanjut.

Namun, Komandan Satuan Tugas Ops SAR Sriwijaya Air, Laksamana Pertama Yayan Sofyan mengatakan proses pencarian pesawat tersebutmengalami kendala bagi regu penyelam.

Menurutnya, kondisi pesawat yang hancur menyebabkan penyelam sulit melacak black box lantaran terhalang puing-puing pesawat.

Meski keberadaan black box sudah dilokalisir menggunakan ping locator, tetapi penyelam perlu mengurai dulu puing-puing di dasar laut.

Sebab, kondisi pesawat hancur lebur.

"Sejauh ini bunyi ping sudah terdeteksi. Cuman permasalahannya dari volume (pesawat) yang besar langsung menghujam (ke dasar laut) dengan kecepatan tinggi. Kita harus mengurai dulu," lanjutnya. 

Baca juga: Viral Nakes Tolak Vaksin, Ketua IDI Purwakarta: Mereka Tertekan Sehari-hari Ketemu Pasien Covid-19

Baca juga: Korban Sriwijaya Air Okky Bisma Teridentifikasi, Akta Kematian dan Santunan Diserahkan pada Keluarga

Kondisi ini jauh berbeda dengan pengalaman Yayan Sofyan saat menangani pesawat Air Asia yang jatuh beberapa tahun silam.

Saat itu, kondisi pesawat tidak sepenuhnya hancur bila dibandingkan dengan sekarang.

"Ketika itu saya menemukan korban ada yang masih terikat tiga orang. Nah sekarang ini berbeda, kalau ini (pesawat) seperti kerupuk di-kremes. Sudah tidak ada bentuk lagi," lanjutnya.

Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Yudo Margono sebelumnya mengatakan operasi pencarian black box diubah satu sektor.

Pihaknya sudah memetakan lokasi black box berbentuk segitiga seluas 140 meter x 100 meter.

"Jadi tinggal satu sektor kemarin dua. Dari hasil evaluasi semalam, kita petakan jadi satu (sektor)," ungkapnya kepada wartawan pada Selasa (11/1/2021).

Baca juga: Mantan Ketua KNKT Sebut Jika Black Box Sriwijaya Air Terendam Lumpur, Sinyal Pinger Sulit Ditemukan

Pencarian black box masih terkendala puing-puing pesawat di dalam air.

Selain itu, air laut yang berombak turut memengaruhi jarak pandang di hari ketiga pencarian.

Yudo melanjutkan pihaknya juga melibatkan sebanyak 14 Kapal Republik Indonesia (KRI) di sekitar lokasi pencarian.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved