Breaking News:

Fatwa Halal Vaksin Covid-19 Disebut Pesanan, MUI Membantah: Dosa Kalau Main-main dengan Fatwa

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis menegaskan tidak akan mungkin menyalahgunakan penerbitan fatwa MUI.

Editor: Rizki A
AFP/NICOLAS ASFOURI
Satu paket vaksin eksperimental untuk Covid-19 di Quality Control Laboratory di the Sinovac Biotech, Beijing, China. Gambar diambil pada 29 April 2020. 

TRIBUNTERNATE.COM - Belum lama ini, beredar sebuah kabar yang menyebut fatwa halal vaksin Covid-19 buatan Sinovac adalah pesanan dari pihak tertentu.

Hal ini dibantah oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis.

Dia menegaskan tidak akan mungkin menyalahgunakan penerbitan fatwa MUI.

Selain itu, Cholil memastikan vaksin Covid-19 buatan Sinovac yang telah beredar di Indonesia dijamin kehalalan dan kesuciannya untuk diedarkan ke masyarakat. 

"Betapa dosanya kalau kita main main dengan fatwa, kalau kita berani-beraninya fatwa tanpa melalui isi masalahnya maka kita berani-beraninya masuk neraka," katanya dalam diskusi daring, Sabtu (30/1/2021).

Ia menegaskan ulama yang berada di MUI tak akan mungkin sembarangan mengeluarkan fatwa. Sebab, kata dia, fatwa juga bentuk tanggungjawabnya kepada Allah SWT.

"Kita gak berani main main dengan fatwa, tidak bisa kita berkedatangan dengan pesanan, beli-an, tidak mungkin, para ulama tidak mungkin mengorbankan itu yang sudah belajar mendekatkan diri dan beribadah kepada Allah SWT," jelasnya. 

Baca juga: Pabrik Kosmetik Ilegal di Kota Bekasi: Masker Dicampur Tepung Beras, Tanpa Izin Edar BPOM

Baca juga: Tangis Keluarga Saat Jenazah Captain Afwan Dimakamkan: Kami Kehilangan Orang yang Kami Banggakan

Lebih lanjut, Cholil mengatakan MUI juga telah memberikan keputusan fatwa yang bisa dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Bahkan, dia menelisik runutan proses pembuatan vaksin tersebut.

"Karena itu saat kita meneliti tentang Sinovac itu dipastikan dulu dari apa, ternyata dari virus yang dilemahkan bahkan dimatikan kemudian di tanam di sel ginjalnya kera itu, kemudian di kembangbiakkan dan termasuk melalui serum darah anak sapi," bebernya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved