Breaking News:

Tips Kesehatan

Makanan yang Perlu Dihindari Saat Sakit Maag Menyerang: dari Gorengan hingga Soda

Berikut adalah beberapa makanan yang sebaiknya dihindari saat sakit maag menyerang menurut pakar nutrisi, seperti gorengan dan soda.

Kompas.com
Ilustrasi Gorengan. 

TRIBUNTERNATE.COM - Sakit maag, penyakit yang menyerang saluran pencernaan, cukup umum terjadi.

Biasanya, kebanyakan orang yanng menderita sakit maag mengalami nyeri pada perut, mual, diare, atau kembung.

Sakit maag sering dikaitkan dengan adanya penumpukan asam di organ pencernaan.

Sementara itu, ada beberapa makanan dan minuman tertentu yang dapat meningkatkan produksi asam.

Hal ini dapat menimbulkan sakit maag atau memperparah gejalanya.

Berikut adalah beberapa makanan yang sebaiknya dihindari saat sakit maag menyerang menurut pakar nutrisi, melansir Medical News Today.

Gorengan

Ilustrasi Gorengan.
Ilustrasi Gorengan. (Kompas.com)

Makanan yang digoreng dengan minyak pada suhu tinggi dapat memperburuk sakit maag.

Selain itu, makan makanan yang digoreng juga dapat mengganggu lapisan pelindung alami saluran pencernaan.

Gorengan juga merupakan makanan yang tinggi lemak dan garam.

Selain itu, apabila tidak dimasak sendiri di rumah, ada kemungkinan, makanan tersebut digoreng dengan minyak yang telah digunakan beberapa kali.

Rekomendasi Makanan yang Bisa Dimakan Saat Sakit Maag Menyerang, dari Tempe hingga Brokoli

Manfaat Minyak Esensial Serai untuk Obati Beberapa Penyakit, Salah Satunya Maag

Makanan asam

Ilustrasi minuman bersoda.
Ilustrasi minuman bersoda. (Kompas.com)

Beberapa makanan secara alami bersifat asam.

Meskipun memiliki beberapa manfaat kesehatan, sebaiknya makanan yang bersifat asam, dihindari oleh orang yang memiliki sakit maag.

Jika makanan tersebut memiliki kandungan asam makanan yang tinggi, berarti makanan tersebut dapat berkontribusi pada produksi asam di dalam tubuh.

Beberapa makanan yang bersifat asam yang perlu dibatasi atau dihindari oleh orang yang memiliki sakit maag yakni seperti buah-buahan contohnya tomat, jeruk, dan lemon.

Selain itu, juga perlu menghindari atau mengurangi konsumsi karbohidrat olahan, seperti roti putih, dan sereal olahan.

Orang yang menderita sakit maag juga perlu mengurangi atau menghindari minuman berkarbonasi atau soda.

Makanan olahan tinggi

Menghindari makanan olahan berlemak tinggi, asin, dan manis dapat membantu meringankan gejala penderita sakit maag.

Penderita sakit maag umumnya melakukan diet makanan yang rendah serat dan antioksidan.

Namun, memilih makanan berserat tinggi dan tidak diolah dapat membantu memperlambat pencernaan dan mengurangi konsentrasi asam empedu.

Hal ini dapat membantu mengurangi gejala seperti kembung dan nyeri.

Mengandung Alkohol, Apakah Berbahaya Jika Tinggalkan Hand Sanitizer di Kabin Mobil?

5 Makanan Ini Aman Dikonsumsi Bagi Penderita Maag, Ada Brokoli hingga Teh hijau dengan Madu

Alkohol

Meminum minuman beralkohol seperti bir, anggur, dan minuman keras dapat mengobarkan dan mengiritasi lapisan lambung.

Hal ini menyebabkan, konsumsi alkohol yang berlebihan sering kali dikaitkan dengan munculnya gejala sakit maag.

Gejala sakit maag

Beberapa penderita maag tidak mengalami gejala sama sekali.

Jika ada gejala, tingkat keparahannya dapat bervariasi.

Gejala yang paling umum adalah nyeri seperti gangguan pencernaan yang terjadi di mana nyeri terjadi mulai dari pusar hingga tulang dada.

Beberapa gejala umum lainnya mungkin termasuk rasa sakit pada perut, kesulitan menelan makanan, merasa tidak enak badan atau tidak nyaman setelah makan.

Penderita sakit maag akut juga bisa mengalami penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, hingga
diare.

Sakit maag sudah menjadi parah apabila penderitanya mengalami salah satu gejala berikut, yakni muntah darah, mengeluarkan bab berwarna hitam, sakit maag dalam durasi waktu yang lama, mual dan muntah terus menerus.

Jika penderita maag mengalami salah satu gejala di atas, artinya penderita sakit maag itu harus segera mendapatkan perawatan medis.

Perawatan dan pencegahan

Ilustrasi sakit perut.
Ilustrasi sakit perut. (Kompas.com)

Perawatan terbaik untuk sakit maag, bergantung pada apa yang menjadi penyebabnya.

Jika sakit maag timbul akibat penggunaan NSAID (obat non-steroid anti-inflamasi yang digunakan untuk mengobati demam, nyeri, dll) yang berkepanjangan, maka penderitanya harus berkonsultasi dengan dokter.

Penderita dapat menanyakan saran tentang bagaimana mengurangi penggunaan NSAID tersebut.

Selain itu, dokter juga dapat menyarankan alternatif obat.

Jika sakit maag ditimbulkan karena kelebihan asam lambung, mengonsumsi inhibitor pompa proton (PPI) dapat membantu mengurangi jumlah asam yang diproduksi lambung.

Akan tetapi, jika sakit maag tersebut terjadi akibat infeksi H. pylori, penderitanya mungkin perlu minum PPI dan antibiotik.

Kombinasi obat ini efektif untuk kebanyakan orang, tetapi perawatan lanjutan mungkin diperlukan.

Sedangkan, mencegah sakit maag dapat dilakukan dengan mengikuti diet seimbang dan bergizi.

Selain itu, mengurangi makanan olahan, merokok, dan konsumsi alkohol, juga dapat mencegah sakit maag.

(TribunTernate.com/Qonitah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved