Moeldoko Disebut telah Ditegur oleh Jokowi, Andi Mallarangeng: Semestinya Dikasih Kartu Merah
Andi Mallarangeng menilai, seharusnya Presiden Jokowi memberi kartu merah untuk Moeldoko alias dicopot dari jabatannya saat ini.
Namun, Andi menyebut upaya yang dilakukan oleh mantan Panglima TNI itu salah besar.
Seharusnya, lanjut Andi, Moeldoko bisa datang secara baik-baik kepada Susilo Bambang Yudhoyono tanpa perlu upaya kudeta.

• Ungkap Kondisi Paru-parunya, Dokter Tirta: Kalau Kena Covid-19, Auto Mokad
• Semburan Gas dan Lumpur di Pesantren Al Ikhsan: Diameter Bertambah, Tinggi Semburan Berkurang
"Kalau memang mau (didukung jadi Capres di Pilpres 2024) datang baik-baik ke Pak SBY. (Bilang) mau didukung untuk (Pilpres) 2024 kan begitu. Bahkan boleh datang ke partai mana saja minta didukung. Kalau melakukan begini (kudeta) kan pasti kita lawan," ungkap Andi.
Kendati tidak mungkin menjadi Ketua Umum, Andi menyebut kudeta yang dilakukan oleh Moeldoko tidak dibenarkan.
Sebab, kudeta itu merupakan bentuk peninggalan politik masa lalu yang seharusnya dikubur dalam-dalam.
"Persoalannya ini ada elemen kekuasaan, dia pikir dengan kekuasaan dan uang dia mau merecoki partai orang lain. Lalu terjadi pergolakan dan dia mau masuk ke situ, ini kan mekanisme orde baru dulu. Apakah kita mau kembali ke era seperti itu?" ungkap Andi.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Andi Mallarangeng: Seharusnya Pak Moeldoko Dapat Kartu Merah
Penulis: chaerul umam
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Andi Mallarangeng: Kalau Moeldoko Mau Didukung jadi Capres 2024 Datang Baik-baik ke SBY
Penulis: Inza Maliana