Moeldoko Disebut telah Ditegur oleh Jokowi, Andi Mallarangeng: Semestinya Dikasih Kartu Merah
Andi Mallarangeng menilai, seharusnya Presiden Jokowi memberi kartu merah untuk Moeldoko alias dicopot dari jabatannya saat ini.
TRIBUNTERNATE.COM - Nama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko terseret dalam isu pengambilalihan kepemimpinan secara paksa atau kudeta yang menggoyang tubuh Partai Demokrat.
Terkait hal ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut-sebut telah menegur Moeldoko.
Namun, teguran Joko Widodo terhadap Moeldoko ini mendapat tanggapan oleh Sekretaris Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat Andi Mallarangeng.
Andi menilai, seharusnya Joko Widodo memberi kartu merah untuk Moeldoko alias dicopot dari jabatannya saat ini.
Hal itu disampaikannya dalam diskusi Proklamasi Democracy Forum bertajuk 'Prahara Hostile Take Over Partai Politik Dalam Arena Demokrasi' secara virtual, Minggu (7/2/2021) malam.
"Pak Moeldoko ditegur, tapi kalau saya, Pak Moeldoko ini mestinya kartu merah, bukan kartu kuning, kartu merah, out," kata Andi.
• Sekjen Partai Demokrat Sebut Ada Dana Awal yang Dibagikan Sebesar 25 Persen: Moeldoko Berperan Aktif
• Ada Laporan Moeldoko Temui Kader Partai Demokrat, Andi Mallarangeng: Yang Begini Tak Bisa Dibiarkan
• Pengamat Sebut Moeldoko Diuntungkan dalam Isu Kudeta Partai Demokrat yang Disebut AHY
Mallarangeng mengakui, popularitas Moeldoko memang meningkat seiring dengan ramainya pemberitaan dan respon warga terkait isu ambil alih paksa Partai Demokrat.
Namun, Andi menyebut Moeldoko sebagai sosok yang terkenal karena keburukan atau dalam istilah bahasa Inggrisnya, notorious.
"Dalam bahasa Inggris ada yang namanya kalau terkenal dan positif namanya famous atau popular, tapi ada juga dalam bahasa Inggris terkenal tapi jelek namanya notorious. Nah, Moeldoko ini notorious kalau Demokrat famous," ucapnya.
"Bedanya di situ itu orang terkenal jahat itu namanya notorious, penjahat-penjahat kalau dulu namanya ada Sumanto kanibalisme. Nah, itu notorious semua orang tahu tapi negatif," lanjutnya.
"Kalau Moeldoko Mau Didukung jadi Capres 2024 Datang Baik-baik ke SBY"
Sekretaris Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat Andi Mallarangeng menentang keras upaya Kepala Staf Kepresidenan Indonesia Moeldoko yang ingin mencongkel kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.
Andi menegaskan, Moeldoko tidak akan bisa menjadi Ketua Umum di Partai Demokrat karena bukan anggota.
"Dia (Moeldoko) ingin menjadi ketua umum, tapi nggak bisa karena bukan kader. Ketua umum itu harus punya kartu anggota," kata Andi, dikutip dari kanal Youtube Radio Smart FM, Sabtu (6/2/2021).
• Kemenlu RI Catat Ada 3.136 Kasus WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri per Senin, 8 Februari 2021
• BPOM Ingatkan Vaksinasi terhadap Lansia harus Hati-hati: Lansia Cenderung Ada Komorbid
• KPU Usul Masa Jabatan Kepala Daerah Diperpanjang, Refly Harun: Itu Masuk Akal untuk Pilkada 2024
Menurut informasi yang diperoleh Andi, Moeldoko ingin menunggangi Demokrat untuk melancarkan aksinya menjadi bakal calon presiden di Pilpres 2024 mendatang.