Breaking News:

Soroti Isu Radikal, Febri Diansyah: Pernah Serang Novel Baswedan, Menutupi Kasus yang Lebih Penting

Novel Baswedan pernah disebut radikal, Febri Diansyah ingatkan isu kosong dimanipulasi untuk kesampingkan kasus lain yang harusnya lebih diperhatikan.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Febri Diansyah, saat masih menjabat sebagai Kepala Biro Humas KPK, berpose usai wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/12/2019). 

TRIBUNTERNATE.COM - Pegiat antikorupsi sekaligus pendiri firma hukum Visi Integritas, Febri Diansyah, menyoroti isu atau tuduhan radikal terhadap sejumlah tokoh publik di Tanah Air.

Febri Diansyah menyebut isu radikal pernah dialamatkan kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dan Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo Harahap.

Hal ini disampaikan Febri Diansyah melalui utas cuitan di akun Twitter-nya, @febridiansyah, pada Minggu (14/2/2021).

Dalam utas itu, Febri Diansyah mengatakan isu radikal yang menerpa Novel Baswedan dan Yudi Purnomo Harahap berbarengan dengan proses revisi undang-undang (UU) KPK.

Kini, isu radikal bukannya menghilang, melainkan malah kembali disasarkan pada sejumlah tokoh di Tanah Air.

Febri Diansyah pun mempertanyakan, sampai kapan tuduhan radikal tanpa dasar yang jelas ini terus dilakukan.

Febri Diansyah, saat masih menjabat sebagai Kepala Biro Humas KPK, berpose usai wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/12/2019).
Febri Diansyah, saat masih menjabat sebagai Kepala Biro Humas KPK, berpose usai wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/12/2019). (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Kemudian, Febri Diansyah mengingatkan kembali tentang kasus serangan tuduhan radikal plus isu korupsi yang menyangkut Novel Baswedan.

Menurutnya, Novel Baswedan mendapat 'serangan' yang bertubi-tubi dan beranekaragam.

Salah satunya adalah isu hubungan khusus antara Novel Baswedan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang diulang-ulang.

Isu itu diduga diembuskan tak hanya untuk membuat Novel Baswedan tidak betah di KPK, tetapi juga untuk memfasilitasi kepentingan politik yang berseberangan dengan Anies Baswedan.

Tangkap layar utas cuitan Febri Diansyah
Tangkap layar utas cuitan Febri Diansyah (Twitter/febridiansyah)
Halaman
1234
Penulis: Rizki A. Tiara
Editor: Rizki A
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved