Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Survei Parameter Politik Sebut Elektabilitas Prabowo Tertinggi, Refly Harun: Efek Dua Kali Nyapres

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menjadi sosok dengan elektabilitas tertinggi sebagai calon presiden (capres).

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengikuti rapat di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (11/11/2019). Rapat bersama antara DPR dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) membahas rencana kerja Kemhan tahun 2020 beserta dukungan anggarannya. 

TRIBUNTERNATE.COM - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menjadi sosok dengan elektabilitas tertinggi sebagai calon presiden (capres) berdasarkan hasil survei Parameter Politik Indonesia. 

Dikutip dari Kompas.com, survei top of mind capres itu dilakukan pada tanggal 3-8 Februari 2021 dengan jumlah sampel sebanyak 1.200 responden.

Berkenaan dengan hasil survei tersebut, pengamat politik Refly Harun memberikan tanggapannya.

Menurut Refly, ada sejumlah faktor yang memengaruhi tingginya elektabilitas Prabowo saat ini.

Di antaranya karena pencalonan Prabowo sebagai presiden pada pemilihan presiden (Pilpres) 2014 dan 2019 lalu.

Saat itu Prabowo mengunjungi daerah-daerah untuk berkampanye, sehingga ketua umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini menjadi lebih banyak dikenal masyarakat.

Pengamat Politik Refly Harun
Pengamat Politik Refly Harun (tangkapan layar di kanal YouTube Refly Harun)

"Sederhananya adalah tentu ini efek dua kali Pemilu 2014 dan 2019," kata Refly dalam video yang diunggah di kanal YouTube-nya, Selasa (23/2/2021).

"Prabowo masih nomor satu (elektabilitasnya) karena Prabowo paling tidak sudah penetrasi ke daerah-daerah ketika kampanye 2014 dan 2019," sambungnya.

Baca juga: Soal Hukuman Mati, Edhy Prabowo: Lebih dari Itu Pun Saya Siap

Baca juga: Survei SMRC Sebut Prabowo Subianto Sulit Menang Jika Ikut Pilpres 2024, Bagaimana Kata Gerindra?

Berbeda dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang menyusul peringat elektabilitas Prabowo.

Kedua gubernur itu tidak dikenal oleh masyarakat daerah-daerah lain atau hanya dikenal di wilayah administratif masing-masing, sehingga belum bisa mengalahkan elektabilitas Prabowo.

Adapun juga Pilpres 2019 terbilang belum terlalu lama dilaksanaan, artinya ingatan masyarakat akan Prabowo masih sangat kuat.

Selanjutnya, menurut Refly, sikap Prabowo yang cenderung diam dalam menghadapi kejadian-kejadian di Tanah Air turut mempengaruhi tingginya elektabilitas Letnan Jendral lTNI (Purn) tersebut.

Kejadian-kejadian yang dimaksud, dalam hal ini yaitu soal pembubaran Front Pembela Islam (FPI) yang pernah mendukungn Prabowo, kematian laskar FPI hingga masalah-masalah hutang luar negeri.

"Prabowo Subianto masih perkasa ini bisa jadi semakin menegaskan sikap diamnya terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung baru-baru ini."

"Bisa dikatakan walau pun dia tidak aktif menjadi 'bamper' Jokowi sebagaimana menteri-menteri lainnya, dia juga tidak mengkritik dari dalam, cenderung stay passive."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved