Minta Demokrat Cari Isu yang Bermanfaat untuk Rakyat, Ngabalin: Bolak-balik Hanya Ngomongin Demokrat
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, meminta Partai Demokrat untuk mencari isu yang lebih bermanfaat untuk rakyat.
TRIBUNTERNATE.COM- Menanggapi isu kudeta Partai Demokrat yang tak kunjung usai, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, meminta Partai Demokrat untuk mencari isu yang lebih bermanfaat untuk rakyat.
Secara spesifik, dirinya menyarankan kepada Mantan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar mencari isu yang bisa merepresentasikan pendapat publik.
“Sedapat mungkin memang Bapak Presiden ke-6 kita, Jenderal TNI Purnawirawan Susilo Bambang Yudhoyono, mengetengahkan atau menghadirkan ruang publik itu dengan isu-isu yang sedapat mungkin bisa merepresentasikan pendapat publik,” ujar Ngabalin yang dalam wawancara secara virtual Kamis (25/2/2021), yang disiarkan di kanal Youtube KompasTV.
Baca juga: Ngabalin Nilai Isu Kudeta Demokrat Hanya Gimmick untuk Tingkatkan Elektablitas: Isunya Rendah Banget
Baca juga: Meski Sudah Jadi Kepala Daerah, Gibran Rakabuming dan Bobby Nasution Masih Dapat Kawalan Paspampres
Baca juga: 178 Kepala Daerah Dilantik termasuk Anak dan Menantu Jokowi, Febri Diansyah: Jangan Korupsi!
Menurutnya, hal ini agar isu yang diangkat tersebut bisa mendapatkan dukungan dari rakyat.
“Supaya masukan, kritik, atau pendapat beliau itu bisa mendapat dukungan dari rakyat Indonesia,” lanjut Ngabailin.
Pria yang pernah menjadi anggota Komisi I DPR RI periode 2004-2009 ini juga mempertanyakan kepada Partai Demokrat perihal manfaat bagi rakyat Indonesia jika setiap harinya hanya membicarakan soal masalah internal Partai Demokrat.
Secara khusus, Ngabalin menyebutkan isu yang dibicarakan secara terus menerus oleh Partai Demokrat hanyalah soal Demokrat, Moeldoko, AHY, dan SBY.
“Kalau hari-hari hanya ngomong bolak-balik Demokrat, Moeldoko, AHY, SBY, bolak-balik hanya itu, apa sih manfaatnya untuk republik ini?” ujar Ngabalin.
Ali Ngabalin terus menekankan pertanyaan terkait manfaat memberikan pencerahan kepada publik jika Partai Demokrat terus menerus hanya membicarakan permasalahan partainya.
“Apa sih manfaatnya untuk memberikan pencerahan kepada publik? Manfaat apa sih yang dirasakan oleh rakyat? Bolak-balik hanya ngomongin Demokrat,” ujarnya.
Selain itu, Ngabalin juga menilai, jika dilihat hari perspektif politik, isu kudeta yang diangkat oleh Partai Demokrat ini tak lebih hanyalah sebagai upaya untuk menaikkan elektabilitas partai.
“Isu yang diangkat ini kan sebetulnya adalah bagaimana upaya untuk mengangkat elektabilitas Partai Demokrat,” ujar Ngabalin.
Video selengkapnya:
Baca juga: Status Warga Negara Belum Jelas, Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua Ditunda
Baca juga: Gibran Rakabuming Resmi Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Berapa Besaran Gaji dan Tunjangannya?
Isu Kudeta Partai Demokrat
Sebelumnya, pada Senin (1/2/2021), Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) menyebut ada gerakan yang ingin mengambil alih posisi ketua umum partainya secara paksa.
AHY menuding ada pejabat pemerintahan di lingkaran dekat Presiden Joko Widodo yang terlibat dalam gerakan "kudeta" tersebut.
"Menurut kesaksian dan testimoni banyak pihak yang kami dapatkan, gerakan ini melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo," kata AHY dalam konferensi pers yang disiarkan melalui akun YouTube Agus Yudhoyono, Senin (1/2/2021), dikutip dari Kompas.com.
Pihak Partai Demokrat menyebut gerakan itu melibatkan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko serta sejumlah kader dan mantan kader Partai Demokrat Marzuki Alie, Muhammad Nazaruddin, dan politisi aktif Demokrat Jhoni Alen Marbun.
Moeldoko telah membantah tudingan tersebut.
Ia mengaku tak punya hak untuk mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat karena bukan bagian dari internal partai.
(TribunTernate.com/Qonitah) (Kompas TV)