Tanggapan Pengamat Soal Ridwan Kamil Jika Terseret Konflik Partai Demokrat: Buang-buang Waktu
Mantan kader Partai Demokrat, Darmizal MS, menyebut bahwa Ridwan Kamil kemungkinan masuk bursa calon ketua umum menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono.
TRIBUNTERNATE.COM - Di tengah pusaran konflik internal Partai Demokrat yang masih terus memanas, nama Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mencuat.
Sebab, mantan kader Partai Demokrat, Darmizal MS, menyebut bahwa Ridwan Kamil kemungkinan masuk bursa calon ketua umum menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Padahal, Ridwan Kamil sendiri tidak berasal dari Partai Demokrat.
Dikutip Tribunnews.com dari Kompas.com, Darmizal membeberkan sejumlah nama yang rencananya akan menggantikan AHY.
Di antaranya adalah Ridwan Kamil, Moeldoko, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), hingga Isran Noor yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Timur.
"Beberapa nama muncul diwacanakan para kader pemilik suara, antara lain Edhie Baskoro Yudhoyono, Ridwal Kamil Gubernur Jabar, Pak Isran Noor, Gubernur Kaltim."
"Ada juga Hasnaeni yang sudah jadi Ketum Partai Emas," ujar Darmizal.

Baca juga: Luhut Binsar Pandjaitan Ungkap 9 Zona Potensi Gempa Bumi yang Harus Diwaspadai pada 2021
Baca juga: Terlilit Utang Miliaran Rupiah setelah Gagal Nyaleg, Eks Anggota DPRD Jadi Kurir Sabu
Baca juga: Viral Pasangan Kekasih Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA, Keluarga: Mereka Saling Mencintai
Munculnya nama Ridwan Kamil ini membuat pengamat politik dari Universitas Padjajaran, Muradi, memberikan tanggapannya.
Muradi menilai pria yang akrab disapa Kang Emil ini akan rugi jika terlibat pusaran konflik internal Partai Demokrat.
Pasalnya, kata Muradi, Ridwan Kamil akan membuang waktunya jika terlibat, karena ia bukan kader lama.
"Kolam politiknya makin kecil dan dia (Ridwan Kamil) akan terjebak dalam konflik internal. Itu wasting time, karena dia bukan kader lama."
"Peluang untuk fighting tak terlalu kuat dibandingkan kader lama," ujar Muradi, Rabu (3/3/2021), dilansir Kompas.com.
Lebih lanjut, Muradi menganggap adalah hal wajar jika ada partai tertarik pada Ridwan Kamil.
Terlebih saat ini sejumlah partai mulai kehilangan figur untuk bertarung pada Pilpres 2024.
Muradi pun mengatakan bahwa dalam pemilu mendatang, partai butuh figur.