Tanggapan Pengamat Soal Ridwan Kamil Jika Terseret Konflik Partai Demokrat: Buang-buang Waktu
Mantan kader Partai Demokrat, Darmizal MS, menyebut bahwa Ridwan Kamil kemungkinan masuk bursa calon ketua umum menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono.
"Dalam praktik elektoral itu butuh figur. Mungkin model Pak SBY, Pak Amien Rais, Bu Mega momentumnya sudah habis."

Baca juga: Sebut SBY Benteng Terakhir Amankan Posisi AHY, Pengamat: Kekuatan SBY Sedang Diuji
Baca juga: Kabar Gembira! ASN Bisa Dapat Tunjangan Pensiun hingga Rp 1 Miliar, Ini Kata Menteri PANRB
"Jadi butuh darah segar yang punya elektoral tinggi yang bisa meningkatkan kapasitas kader dan sebagainya," jelasnya.
"Wajar saja dan Kang Emil punya peluang itu (masuk Demokrat) dan sama seperti peluang dia memimpin partai di Golkar."
"Oke saja karena partai yang siap secara regenerasi maksimal sampai 2022, maka dia akan mampu kompetitif di 2024," imbuhnya.
Meski begitu, Muradi menyarankan agar Ridwan Kamil tak terburu-buru masuk partai.
Ia menilai jika Ridwan Kamil fokus pada tugasnya sebagai Gubernur Jawa Barat, akan memiliki efek elektoral yang baik.
"Santai saja, menjadi anggota atau pengurus partai adalah last option."
"Kalaupun menarik, pertimbangannya harus belakangan, terakhir sekali," tandasnya.
Kata Andi Mallarangeng

Munculnya nama Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, sebagai calon ketum Demokrat, dinilai Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng, sebagai pengalihan isu.
Pasalnya, menurut Andi, Ridwan Kamil selama ini belum pernah menjadi anggota Partai Demokrat.
"Hehehe, setahu saya beliau belum pernah menjadi anggota Partai Demokrat."
"Ini hanyalah pengalihan isu dari tokoh-tokoh sebenarnya yang mau mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat," kata Andi, Rabu (3/3/2021), dilansir Kompas.com.
Lebih lanjut, Andi mengaku kasihan pada nama-nama yang dicatut kubu KLB untuk menjadi calon ketum Partai Demokrat.
Lantaran, orang-orang tersebut kemungkinan tak tahu dirinya dicalonkan sebagai ketum.