Sempat Merenggang, Pangeran Harry & Pangeran William Kembali Jalin Komunikasi Sejak Tuduhan Rasisme
Baru-baru ini Pangeran Harry & William disebut berusaha mencairkan situasi setelah wawancara di Oprah Winfrey dan tuduhan rasisme yang menjadi viral.
TRIBUNTERNATE.COM - Sebelumnya, hubungan kakak beradik anggota Kerajaan Inggris, Pangeran William dan Pangeran Harry dikabarkan merenggang.
Perseteruan membayangi hubungan Pangeran William dengan sang adik sejak Pangeran Harry memutuskan untuk keluar dari keluarga kerajaan.
William disebut geram dengan cara Harry merespons pernyataan Ratu Elizabeth II terkait pemberhentian Harry dan Meghan Markle dari tugas kerajaan.
Pada Februari 2021 lalu, tepatnya 19 Februari 2021, Istana Buckingham mengeluarkan pernyataan resmi dan mengonfirmasi bahwa Pangeran Harry dan Meghan Markle tak lagi menjalankan tugas resmi sebagai anggota senior keluarga Kerajaan Inggris.
Namun, baru-baru ini Pangeran Harry dan Pangeran William disebut berusaha mencairkan situasi setelah wawancara di Oprah Winfrey yang menjadi viral.
"Mereka sudah memulai membuka jalur komunikasi," ujar sebuah sumber di Inggris, dilansir dari Page Six, Kamis (11/3/2021).
Tak jelas bentuk komunikasi seperti apa yang dilakukan keduanya setelah wawancara yang disiarkan pada 7 Maret 2021 itu.
Dalam wawancara tersebut, Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle mengungkapkan bahwa Kerajaan Inggris kejam dan rasialis.
Saat ditemui di sebuah sekolah di London, Pangeran William mengatakan bahwa ia belum berbicara dengan sang adik.
"Tidak, saya belum berbicara dengannya. Namun, tentunya saya akan melakukannya," tutur suami Kate Middleton itu.
Baca juga: Wawancara Oprah Winfrey - Pangeran Harry dan Meghan Markle, Kerajaan Inggris Gelar Pertemuan Krisis
Baca juga: Penulis Biografi Putri Diana Tanggapi Interview Harry dan Meghan Markle: Diana Pasti Menyukai Ini

Urutan kedua dalam suksesi Kerajaan Inggris itu menegaskan, keluarganya juga tidak rasialis seperti yang dituduhkan Meghan Markle.
Kakak beradik yang awalnya begitu dekat itu dilaporkan kini hanya bercakap-cakap lewat WhatsApp setahun terakhir.
Selama wawancara bersama Oprah Winfrey, Pangeran Harry yang bergelar Duke of Sussex itu menegaskan dia masih menyayangi kakaknya.
"Seperti yang kukatakan sebelumnya, aku sangat menyayangi William. Kami pernah melalui masa sulit bersama."
"Namun, jalan yang kami tempuh kini berbeda," ujar Harry.
"Serangan" yang dilancarkan pasangan Sussex membuat Ratu Elizabeth II melalui Istana Buckingham harus merilis pernyataan.
Pernyataan itu pun harus menunggu selama dua hari sejak wawancara tersebut disiarkan di AS pada akhir pekan.
Dalam keterangan resmi itu, meski mengaku tak sepakat akan beberapa isu, Ratu akan menangani tuduhan rasialis yang disematkan.
Baca juga: Bahas Soal Putri Diana dengan Oprah Winfrey, Pangeran Harry Takut Sejarah akan Kembali Terulang
Baca juga: Demi Privasi, Pangeran Harry dan Meghan Langsung Pindah Rumah Baru Usai Diintip Paparazzi
Ratu Elizabeth tanggapi serius soal rasisme di istana
Diwartakan TribunTernate.com sebelumnya, Ratu Elizabeth II mengatakan akan menghubungi Pangeran Harry dan Meghan Markle secara langsung dalam rangka menginvestigasi soal dugaan rasisme yang terjadi di dalam Istana.
Ratu Elizabeth II mengatakan, ia menginginkan pembicaraan secara damai bersama Harry dan Meghan.
Menurutnya, hal ini adalah sebagai bentuk pertanggungjawaban sang Ratu atas dugaan rasisme yang diungkap dalam wawancara kedua orang tua Archie itu di Oprah Winfrey.
Pihak kerajaan Inggris percaya bahwa sudah waktunya untuk melakukan pendekatan yang lebih pribadi dalam rangka menginvestigasi soal dugaan rasisme dalam keluarga kerajaan.
Ratu Elizabeth II merilis pernyataan hampir dua hari setelah obrolan Harry dan Meghan bersama Oprah ditayangkan.

Pihak istana juga mengatakan bahwa persoalan tersebut akan ditanggapi dengan sangat serius oleh kerajaan.
Bahkan, Ratu Elizabeth II secara pribadi mengatakan akan menyelidiki dan turun tangan lansung dalam menyelidiki siapa pelaku yang diduga mengatakan hal yang rasis kepada Archie saat dirinya masih di dalam kandungan Meghan.
Dikutip dari The Sun, Rabu (10/3/2021) malam waktu setempat, Duke dan Duchess of Sussex itu diberitahu tentang pernyataan dari Istana Buckingham ini sebelum pernyataan tersebut dirilis ke publik.
Namun, keduanya diberikan informasi ini melalui pejabat kerajaan.
Oleh karena itu, saat ini keduanya sedang menunggu Ratu Elizabeth II menghubungi mereka secara langsung untuk membicarakan hal ini melalui telepon dalam beberapa hari ke depan.
Sementara itu, sebagai bagian dari penyelidikan dugaan rasisme, Ratu Elizabeth II secara pribadi akan menanyai para bangsawan senior.
Ayah dari Pangeran Charles ini akan melakukan percakapan pribadi dengan Charles, Camilla, William, Kate dan para bangsawan lainnya untuk menetapkan apa yang sebenarnya telah terjadi.
Meski secara terang-terangan telah mengatakan ada kejadian rasisme yang terjadi di dalam Istana, namun Harry dan Meghan menolak menyebutkan nama pelaku yang diduga mengeluarkan pernyataan rasis itu.
Akan tetapi, Oprah mengatakan, dirinya diberitahu bahwa pelaku yang melontarkan pernyataan rasis itu bukanlah Ratu Elizabeth II atau Pangeran Philip.
Sementara itu, sumber yang dekat dengan Pangeran Charles memberikan sebuah informasi mengenai Pangeran Charles terkait dugaan ujaran rasisme di dalam Kerajaan Inggris ini.
Sumber tersebut menegaskan, Pangeran Charles bukanlah seorang yang rasis terhadap Harry dan Meghan.
Sumber tersebut juga mengatakan bahwa Pangeran Charles bangga dengan Inggris sebagai negara non-rasis.
Untuk mencegah staf membahas situasi secara terbuka, Ratu Elizabeth II diyakini juga telah mengeluarkan perintah yang berstatus "three-line whip".
Dalam pemerintahan Inggris, sebuah perintah yang berstatus "three-line whip" merupakan perintah yang sangat penting sehingga diumpamakan adanya sebuah perintah yang diberi garis bawah sebanyak tiga kali.
(TribunTernate.com/Ronna/Qonitah)