Breaking News:

863 Nakes Meninggal selama Pandemi Covid-19, Pemerintah Masih Belum Bayar Insentif Rp1,48 Triliun

“Untuk tunggakan insentif nakes yang dikelola rumah sakit di bawah Kemenkes langsung itu, menurut catatan kami, ada Rp1,48 triliun,” kata Isa.

Editor: Rizki A
Kompas.com
Ilustrasi tenaga kesehatan menangani pasien Covid-19. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pandemi virus corona penyebab penyakit Covid-19 telah merebak di Indonesia selama lebih dari satu tahun.

Sejak awal pandemi, pemerintah berjanji akan memberi insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) yang berjuang menghadapi virus corona jenis baru SARS-CoV-2.

Namun, hingga kini pemerintah belum melunasi pembayaran insentif nakes.

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata mengungkapkan hal tersebut dalam konferensi pers APBN KITA, Selasa (23/3/2021).

“Untuk tunggakan insentif nakes yang dikelola rumah sakit di bawah Kemenkes langsung itu, menurut catatan kami, ada Rp1,48 triliun,” kata Isa.

Baca juga: Sidang Kasus Korupsi Bansos Covid-19, Ini Fakta yang Diungkap Juliari Batubara: Sering Sewa Pesawat

Baca juga: WHO Desak Negara-negara di Dunia Tetap Gunakan Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Baca juga: Kandungan Tripsin Babi pada Vaksin AstraZeneca dan Fatwa Mubah MUI, Kemenkes RI Beri Penjelasan

Isa menjelaskan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) masih melakukan verifikasi atas tunggakan pembayaran insentif nakes itu.

Pemerintah, menurut Isa, telah menyiapkan dana untuk insentif nakes. Dana itu berasal dari dana Kemenkes sebesar Rp5,28 triliun.

“Ini termasuk untuk nanti insentif-insentif nakes mulai Januari kemarin sampai bulan Juni,” jelas Isa.

Isa mengatakan, pihaknya akan terus melakukan komunikasi dengan BPKP untuk mengawasi proses verifikasi insentif nakes ini.

Sesuai surat Menteri Keuangan Nomor S-665/MK.02/2021 ii, insentif nakes bagi dokter spesialis mencapai Rp7,5 juta per orang per bulan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved