Kamis, 7 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Flores Timur: 23 Warga Tewas, Dua Orang Masih dalam Pencarian

Hingga hari ini Minggu (4/4/2021) pukul 11.45 WIB, BPBD Kabupaten Flores Timur melaporkan sebanyak 23 warga meninggal dunia.

Tayang:
Istimewa via Pos Kupang
Banjir bandang menerjang wilayah Waiwerang di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur pada Sabtu 3 April 2021. Flores Timur menjadi salah satu wilayah terparah akibat badai siklon tropis yang melanda NTT kali ini. 

TRIBUNTERNATE.COM - Banjir bandang terjadi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Minggu (4/3/2021) dini hari sekitar pukul 01.00 WITA.

Sebelumnya, beberapa kecamatan di wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Sejumlah desa dilanda banjir, seperti Desa Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur.

Sementara, longsor besar terjadi di Desa Nele Lamadike, Kecamatan Ile Boleng.

Hingga Minggu (4/4/2021) siang hari ini pukul 11.45 WIB, BPBD Kabupaten Flores Timur melaporkan sebanyak 23 warga meninggal dunia.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan dua orang lainnya masih dalam pencarian.

Sebanyak 20 korban meninggal dan lima orang luka, kata dia, teridentifikasi di Desa Lamanele, Kecamatan Ile Bokeng.

Tiga korban meninggal lainnya, kata dia, berhasil ditemukan di Desa Oyang Barang, Kecamatan Wotan Ulumado.

Sedangkan di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, dua warga masih dilaporkan hilang dan sebanyak empat warga luka-luka telah dirawat di puskesmas setempat.

Baca juga: Foto Jokowi Jadi Saksi Nikah Atta-Aurel Dipublikasikan Sekretariat Negara, Ernest Prakasa: Aneh!

Baca juga: Kasus BLBI Dihentikan, Mardani Ali Sera Kritik KPK: Jangan Karena Tidak Mampu, Semua Di-SP3

Baca juga: Profil SIngkat dan Harta Kekayaan Lukas Enembe, Gubernur Papua yang Dideportasi dari Papua Nugini

Banjir bandang menerjang wilayah Waiwerang di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur pada Sabtu 3 April 2021. Flores Timur menjadi salah satu wilayah terparah akibat badai siklon tropis yang melanda NTT kali ini.
Banjir bandang menerjang wilayah Waiwerang di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur pada Sabtu 3 April 2021. Flores Timur menjadi salah satu wilayah terparah akibat badai siklon tropis yang melanda NTT kali ini. (Istimewa via Pos Kupang)

"Hingga pukul 11.45 WIB, BPBD setempat melaporkan korban meninggal sebanyak 23 jiwa, sembilan orang luka-luka, dan dua hilang," kata Raditya pada Minggu (4/4/2021).

Raditya mengatakan, kondisi di lapangan saat ini hujan masih berlangsung disertai angin kencang.

BPBD juga melaporkan kerugian materi berupa puluhan rumah warga tertimbun lumpur di Desa Lamanele, Kecamatan Ile Bokeng.

"Selain itu, ada rumah warga sekitar hanyut terbawa banjir serta jembatan putus di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur," kata dia.

Raditya mengatakan aparat pemerintah desa masih terus melakukan pendataan di lapangan.

"Pihak pemerintah daerah telah melakukan rapat terbatas antara Bupati, TNI, Polri dan instansi terkait. Salah satunya dengan pembentukan posko penanganan darurat," kata Raditya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved