Breaking News:

Ramadhan 2021

Selama Ramadhan 2021, Pengajian di Masjid Dibatasi Paling Lama 15 Menit, Berikut Aturan Lengkapnya

Selama bulan Ramadhan 2021, kegiatan pengajian, ceramah, tausiyah, kultum Ramadhan dan kuliah subuh di masjid dibatasi paling lama 15 menit.

TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Ilustrasi mengaji di Masjid - Seorang anak sedang membaca Iqra di Masjid Layur Semarang, Jawa Tengah Sabtu (26/5/2018). Kegiatan ini rutin dilakukan untuk menunggu waktu berbuka puasa. 

TRIBUNTERNATE.COM - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 03 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah/2021 M.

Surat Edaran (SE) ini ditujukan kepada para Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Indonesia, serta Pengurus dan Pengelola Masjid dan Musala.

Dalam edarannya, Menag mengatur ketentuan soal kegiatan pengajian dan ceramah di masjid selama bulan Ramadhan di masa pandemi Covid-19.

"Pengajian, ceramah, taushiyah, kultum Ramadhan dan kuliah subuh, paling lama dengan durasi waktu 15 menit," tulis Menag dalam SE tersebut, Selasa (6/4/2021).

Peringatan Nuzulul Quran di masjid atau musala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah orang paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Pengurus dan pengelola masjid atau musala wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jamaah.

Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas
Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas (Humas Kemenag RI)

Baca juga: Berapa Jumlah Rakaat Salat Tarawih di Bulan Ramadhan yang Dicontohkan Rasulullah SAW?

Baca juga: 9 Cara untuk Hindari Makan Berlebihan Saat Puasa di Bulan Ramadhan, Miliki Waktu Tidur yang Cukup!

"Melakukan disinfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid/musala, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing," ucap Yaqut.

Peringatan Nuzulul Quran yang diadakan di dalam maupun di luar gedung, wajib memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dan jumlah audiens paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat atau lapangan.

Dalam penyelenggaraan ibadah dan dakwah di bulan Ramadhan, segenap umat Islam dan para mubalig/penceramah agama agar menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah.

"Serta tidak mempertentangkan masalah khilafiyah yang dapat mengganggu persatuan umat," kata Yaqut.

Halaman
123
Editor: Ronna Qurrata Ayun
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved