Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Ramadhan 2021

Cerita Islami Pengisi Waktu Ngabuburit: Sebuah Penghargaan untuk Pakaian Mewah

Berikut cerita islami pengisi waktu ngabuburit: Sebuah penghargaan untuk pakaian mewah.

Grid.id
Ilustrasi Gurun dan Unta. (ThoughtCo) 

Syekh Saadi mencelupkan ujung mantel pinggangnya ke dalam sup dan menaburkan nasi di atasnya.

Kemudian ia berkata kepada pakaiannya: "Ini pesta untukmu, kamu harus menikmatinya."

Semua tamu menatapnya dengan heran.

Dengan heran, tuan rumah pun ikut bertanya kepada Syekh Saadi, "Tuan, apa yang Anda lakukan? Bagaimana pakaian Anda bisa makan? Dan mengapa mereka harus makan?"

Mendengar pertanyaan ini, Syekh Saadi dengan sangat tenang menjawab:" Teman, saya sungguh terkejut dengan pertanyaanmu "

"Bukankah kamu orang yang sama yang bahkan tidak melihatku ketika aku datang dengan pakaian sederhana. Aku bisa menebak bahwa pakaian dan penampilanku yang penting bagimu, bukan harga diriku. Sekarang aku telah menggunakan pakaian yang mewah, aku melihat perbedaan dalam penerimaan di sini. Semua yang sekarang dapat aku katakan adalah bahwa pesta ini dimaksudkan untuk pakaianku, bukan untukku," ujar Syekh Saadi.

Dari kisah ini, kita dapat menyimpulkan bahwa, tak seharusnya kita menilai seseorang hanya dari penampilannya saja.

Kita harus menghargai semua orang, baik ia kaya, miskin, maupun sederhana.

(TribunTernate.com/Qonitah)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved