Breaking News:

Kasus Paket Sate Beracun di Bantul Mengandung Potasium Sianida, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Dosen Fakultas Hukum UAJY, Dr G Widiartana SH MHum mengatakan, kasus paket sate misterius ini pada dasarnya sudah masuk pembunuhan berencana.

TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Bandiman memperlihatkan foto anaknya yang meninggal usai menyantap takjil sate yang diberikan oleh orang tak dikenal, Senin (26/4/2021) 

TRIBUNTERNATE.COM – Kasus paket sate misterius yang mengakibatkan anak pengemudi ojek online meninggal di Bantul, Yogyakarta hingga kini masih terus diusut oleh pihak kepolisian.

Polisi masih terus berusaha mengungkap siapa dan apa motif pengirim paket sate berbumbu racun potasium sianida tersebut.

Sebelumnya diketahui, berdasarkan hasil Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Dinas Kesehatan (Dinkes) DI Yogyakarta bumbu sate yang diterima oleh ojek online tersebut telah dicampur dengan racun potasium sianida.

Ahli Forensik Universitas Gadjah Mada (UGM), dr Lipur Riyantiningtyas BS SH SpF mengungkapkan, potasium sianida adalah jenis racun yang banyak beredar bebas.

Biasanya, racun itu digunakan sebagai obat hama atau tikus.

“Sianida adalah senyawa kimia yang mengandung gugus C dan N, dengan atom atom C terikat 3 atom N,” kata Lipur seperti dikutip dari Tribun Jogja, Sabtu (1/5/2021).

Menurutnya, jika sianida masuk ke dalam tubuh dalam jumlah besar, maka sianida itu akan mencegah sel menggunakan O2 atau oksigen. Dari situ, sel-sel akan mati.

“Dalam jumlah yang kecil, sianida akan menimbulkan gejala mual, muntah, sakit kepala, pusing, gelisah, nafas sesak dan tubuh lemas,” paparnya.

Baca juga: Update Kasus Sate Beracun yang Tewaskan Bocah di Bantul, Mengandung Potasium Sianida

Baca juga: Lanjutan Proses Penyidikan Paket Sate Kiriman Wanita Misterius di Bantul, Polisi Periksa 6 Saksi

Polisi melakukan penyelidikan terkait kasus Paket Sate Bakar di Bantul (kiri) - Bandiman pengemudi Ojol yang anaknya jadi korban.
Polisi melakukan penyelidikan terkait kasus Paket Sate Bakar di Bantul (kiri) - Bandiman pengemudi Ojol yang anaknya jadi korban. (Tribun Jogja)

Kemudian, jika sianida masuk ke dalam tubuh dengan jumlah besar, maka itu akan menyebabkan denyut nadi lambat dan hilang kesadaran.

“Korban juga bisa kejang, kerusakan paru, gagal napas yang akhirnya akan meninggal.”

“Dosis letalnya 1,5mg/kg berat badan,” katanya lagi.

Halaman
1234
Editor: Ronna Qurrata Ayun
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved