Ajak Warganet Lapor Praktik Pungli, Gibran Minta Warga Solo Berani Ambil Foto dan Video
Setelah mencopot Lurah Gajahan, Gibran ajak masyarkat di Kota Solo untuk melaporkan segala kegiatan yang mencurigakan, khususnya praktik pungli.
"semoga solo semakin bnyak melahirkan pmimpin2 yg keren." ujar @dinda0livia.
"Marake ayem semua kalangan masyarakat nek ngene iki," tulis @alfonsusoky.
"Salut.ini pemimpin yang diharapkan wong solo.Semoga tetap teguh tegas dan konsisten dalam menjalankan pemerintahan kota solo.Doa kami selalu untuk pemimpin bersih jujur dan tegas," tulis @anton.wijaya.s.
"sambil perkuat sistem dan penerapan SOP yang transparan dan pasti dari tiap lini beserta pengawsannya. tentunya juga dibarengi edukasi ke masyarakat tentang hal itu. @gibran_rakabuming" tulis @ibnuprakosa.
Baca juga: Apakah Kota Solo Mau Terima Ibu-ibu Julid Babi Ngepet? Jawaban Gibran Buat Warganet Tertawa
Baca juga: Sigap, Gibran Rakabuming Langsung Jawab Keluhan Netizen soal Balap Liar di Solo
Tak Sadar Ternyata Pungli
Kasus pungli ini awalnya terbongkar seusai ada masyarakat yang merasa resah lalu melapor kepada Gibran.
Sejumlah pedagang yang ditariki pungli mengaku, praktik pungli sudah terjadi sejak bertahun-tahun yang lalu.
Dikutip dari TribunSolo.com, pengakuan itu disampaikan oleh Ning (25) selaku penjaga toko baju di kawasan Gajahan.
Ning bercerita, pungli diminta oleh orang berpakaian linmas dengan kedok zakat atau tunjangan hari raya (THR).
Ia menyebut, sudah sejak empat tahun terakhir, oknum linmas memintai pungli.
Sebelumnya Ning mengira penarikan pungli itu resmi karena ada surat dari pihak kelurahan.
Ning mengaku baru tahu kalau itu pungli setelah diberitahu oleh Gibran.
“Kalau dari atasannya sudah bermasalah ya gimana nanti, bisa korupsi kedepan,” tandasnya.
Keterangan serupa diberikan oleh Chandra selaku pemilik toko emas Kendi.
Chandra tidak menduga bahwa apa yang dilakukan oleh S adalah pungli.