Breaking News:

Bareskrim Polri Sita Brankas Berisi Uang Rp 647 Juta saat Geledah Kediaman Bupati Nganjuk

Bareskrim Polri menyita sejumlah barang bukti saat menangkap Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat. 

Surabaya.Tribunnews.com/Achmad Amru Muiz
Bupati Nganjuk H Novi Rahman Hidhayat dikabarkan terjaring OTT KPK. 

TRIBUNTERNATE.COM - Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Minggu (9/5/2021) siang. 

Novi ditangkap tim KPK lantaran diduga menerima suap terkait perkara jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. 

Tim KPK bersama Bareskrim Polri menyita sejumlah barang bukti saat menangkap Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Pol Argo Yuwono menyampaikan pihaknya menemukan brankas yang berisikan uang saat menggeledah kediaman Novi Rahman.

Uang di brankas itu, kata Argo, diduga kuat merupakan hasil kejahatan dalam kasus jual-beli jabatan tersangka. Total, ada sebanyak Rp 647 juta di dalam brankas tersebut.

"Di dalam penangkapan itu kita juga menyita uang yang diduga yang berkaitan dengan jual beli jabatan sebesar Rp 647.900.000 itu kita amankan dari rumah di brankas Bupati Nganjuk," kata Argo di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (11/5/2021).

Tak hanya itu, Argo menuturkan penyidik juga menyita 8 ponsel, buku tabungan hingga dokumen yang diduga berkaitan jual-beli jabatan tersebut.

"Kita juga menyita 8 handphone, ada buku tabungan yang kita sita dan juga ada beberapa dokumen yang berkaitan dengan jual beli jabatan," jelasnya.

Baca juga: Kasus Jual-Beli Jabatan Bupati Nganjuk: 18 Saksi Diperiksa, Novi Rahman Dibawa ke Jakarta dengan Bus

Baca juga: Terjaring OTT KPK, Bupati Nganjuk Miliki Harta Kekayaan Rp 116 Miliar, Utang Rp 2 Miliar

Hingga kini, sambung Argo, Bupati Nganjuk Novi Rahman dan tersangka lainnya akan menjalani pemeriksaan dan penahanan di Rutan Bareskrim Polri.

"Para tersangka ini mulai hari ini akan kita lakukan penahanan di Bareskrim Polri. Ini adalah bentuk koordinasi yang kita lakukan dengan KPK untuk beberapa tindak pidana korupsi yang kita lakukan saat ini," ujar dia.

Halaman
12
Editor: Rohmana Kurniandari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved