Kamis, 23 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Hasil Kajian Kemenkes RI: Vaksin Covid-19 Sinovac Efektif Turunkan Risiko Reinfeksi dan Kematian

Pemberian vaksinasi dosis lengkap secara signifikan dapat menurunkan risiko dan mencegah Covid-19 bergejala hingga hari ke-63.

AFP/NICOLAS ASFOURI
Satu paket vaksin eksperimental untuk Covid-19 di Quality Control Laboratory di the Sinovac Biotech, Beijing, China. Gambar diambil pada 29 April 2020. 

TRIBUNTERNATE.COM - Kementerian Kesehatan RI merilis hasil kajian terbaru terhadap vaksin Covid-19 dari Sinovac.

Dalam kajian tersebut, terungkap efektifitas vaksin Covid-19 Sinovac.

Berdasarkan hasil kajian, seseorang yang menerima vaksinasi Sinovac dosis lengkap sangat efektif menurunkan risiko terkena kembali (reinfeksi), mendapat perawatan, atau kematian karena terpapar Covid-19 hingga 98 persen.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Peneliti Survei Efektivitas Vaksin Sinovac Kemenkes Pandji Dhewantara dalam konferensi pers virtual Kemenkes, Rabu (12/5/2021).

Ia menerangkan, pemberian vaksinasi dosis lengkap secara signifikan dapat menurunkan risiko dan mencegah Covid-19 bergejala hingga hari ke-63.

"Bisa mengurangi risiko dan mengurangi 94 persen Covid-19 bergejala pada individu yang menerima vaksinasi penuh atau 2 dosis," kata Panji.

Baca juga: Indonesia Beri Bantuan Penanganan Covid-19 untuk India, Dubes India Apresiasi: Sangat Tepat Waktu

Baca juga: Didakwa Penjara Seumur Hidup, Napiter Bom Bali I Ali Imron Tak Mau Ajukan Banding, Apa Alasannya?

Baca juga: Update Covid-19 di Indonesia Rabu, 12 Mei 2021: Ada 4.608 Kasus Baru, Total 1.728.204 Kasus Infeksi

Selain itu, vaksinasi dua dosis dengan Sinovac dapat menurunkan risiko atau mencegah perawatan karena Covid-19 sebesar 96 persen serta risiko fatal atau kematian karena Covid-19 sampai 98 persen.

Jika dibandingkan dengan pada individu yang baru menerima dosis pertama.

Penerima dosis pertama masih berisiko terkena atau terinfeksi Covid-19 bergejala itu jauh lebih besar, di mana hanya akan menurunkan sekitar 13 persen risiko bergejala Covid-19.

"Vaksinasi sangat penting untuk melindungi diri dari tiga risiko, yaitu menurunkan risiko terkena kembali Covid-19, mendapatkan perawatan karena terpapar corona, atau risiko kematian," ungkap Panji.

Baca juga: Mengenal Iron Dome Israel, Teknologi Pertahanan Udara yang Mampu Cegat Roket dari Hamas Palestina

Baca juga: Dinonaktifkan KPK, Harun Al Rasyid Siap Buktikan Dirinya atau Firli Bahuri yang Tak Berintegritas

Kajian Dilakukan pada Tenaga Kesehatan di Wilayah DKI Jakarta

Panji menerangkan, kajian cepat yang lakukan kemenkes berada di wilayah DKI Jakarta DKI Jakarta dalam hal untuk mengestimasi seberapa efektif vaksinasi Sinovac terhadap infeksi maupun perawatan dan kematian pada khususnya tenaga kesehatan.

Penelitian atau kajian dilakukan pada periode 13 Januari-18 Maret 2021 dengan fokus pada tenaga kesehatan di wilayah DKI Jakarta.

Penelitian berfokus pada kelompok tenaga kesehatan baik yang belum divaksinasi maupun yang sudah di vaksinasi baik dosis pertama maupun yang sudah divaksin lengkap sebanyak dua dosis.

"Jadi kami akan membandingkan seberapa jauh pemberian vaksinasi ini dibandingkan terhadap kelompok yang belum di vaksinasi," kata Panji.

Kajian melibatkan lebih dari 120 ribu nakes berusia di atas 18 tahun, dengan 60 persen diikuti wanita dengan usia rata-rata di atas 30 tahun.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kajian Terbaru Kemenkes: Vaksin Sinovac Efektif Cegah Kematian Hingga 98 Persen Pada Nakes di DKI

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved