Breaking News:

Didakwa Penjara Seumur Hidup, Napiter Bom Bali I Ali Imron Tak Mau Ajukan Banding, Apa Alasannya?

Dalam kurun waktu itu pula, Ali mengaku tidak pernah menjalani Idul Fitri bersama keluarga dan saudaranya di rumahnya.

Tangkap layar kanal YouTube Akbar Faizal Uncencored
Terpidana kasus Bom Bali I, Ali Imron. 

TRIBUNTERNATE.COM - Narapidana terorisme (Napiter) Ali Imron diganjar hukuman penjara seumur hidup atas aksi Bom Bali I yang terjadi pada Oktober 2002 silam. 

Aksi pengeboman beruntun di Paddy's Cafe, Sari Club, dan Kantor Konsulat Amerika Serikat di Denpasar yang didalangi Ali Imron bersama Mukhlas, Imam Samudera dan Amrozi itu menewaskan 202 jiwa. 

Ali Imron, yang kini telah insyaf, mengaku masih menyesali perbuatannya. 

Mulanya, Ali Imron hanya dituntut 20 tahun penjara.

Namun, akhirnya ia didakwa penjara seumur hidup.

Mengetahui vonis dakwaannya itu, Ali Imron sengaja tidak mengajukan banding. 

"Apa pertimbangan saya? Kalau saya banding, saya akan menyakiti hati para korban dan keluarga korban," kata Ali saat berbincang dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra, Selasa (11/5/2021).

Baca juga: Kisah Giri Suprapdiono Saat Ikuti Tes ASN: Mengapa yang Tidak Lulus Ini Sama-sama Lama di KPK?

Baca juga: Mengenal Iron Dome Israel, Teknologi Pertahanan Udara yang Mampu Cegat Roket dari Hamas Palestina

Baca juga: Dinonaktifkan KPK, Harun Al Rasyid Siap Buktikan Dirinya atau Firli Bahuri yang Tak Berintegritas

Terpidana Kasus Bom Bali 1 Ali Imron saat wawancara eksklusif dengan Tribun Network di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/5/2021). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terpidana Kasus Bom Bali 1 Ali Imron saat wawancara eksklusif dengan Tribun Network di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/5/2021). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Ali yang kini menjalani hukumannya telah hidup di penjara selama 19 tahun. 

Dalam kurun waktu itu pula, Ali mengaku tidak pernah menjalani Idul Fitri bersama keluarga dan saudaranya di rumahnya, Desa Tenggulun, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

"Ini bulan suci Ramadan. Saya menjalani di penjara 19 kali Ramadan. Sekali buron, jadi sudah 20 kali menjalani (Ramadan) tidak di rumah," tutur Ali.

Halaman
1234
Editor: Rizki A
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved