Breaking News:

Terkini Internasional

Terinfeksi Covid-19, Dua Pria di India Bunuh Diri, Salah Satunya Terjun dari Lantai 6 Rumah Sakit

Sudah ada dua orang pria di India yang nekat mengakhiri hidupnya karena frustasi lantaran tertular Covid-19.

Tribunnews.com
Sudah ada dua orang pria di India yang nekat mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri karena frustasi lantaran tertular Covid-19. 

TRIBUNTERNATE.COM - Sudah ada dua orang pria di India yang nekat mengakhiri hidupnya karena frustasi lantaran tertular Covid-19.

Seorang pria pasien Covid-19 berusia 70 tahun dilaporkan meninggal karena bunuh diri di bangsal khusus untuk pasien virus corona di rumah sakit distrik di Haveri dari Karnataka, India.

Pria tersebut berasal dari suku Lamani dari Ranebennuru, India telah dites positif Covid-19 pada 3 Mei 2021 dan dirawat di rumah sakit setempat.

DIkutip dari India Today, menurut petugas polisi setempat, pria itu dipindahkan ke Rumah Sakit Distrik Haveri pada 5 Mei karena komplikasi.

Dia ditemukan tergantung di dekat pintu bangsal pada hari Jumat.

Rekaman CCTV menunjukkan pria itu nekat mengakhiri hidupnya setelah semua orang di bangsal tidur.

"Dia diberi perawatan dan penanganan yang tepat. (Kemungkinan) dia frustasi," kata petugas itu.

Sebelumnya, awal pekan juga terjadi seorang pasien Covid-19 berusia 50 tahun meninggal karena bunuh diri di Bhopal di Madhya Pradesh, India.

Pria itu diketahui merupakan seorang warga Rehti di distrik Sehore.

Dirinya menghakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai enam Rumah Sakit Hamidia dan meninggal di tempat.

"Dia dirawat di bangsal umum rumah sakit pada Minggu setelah dinyatakan positif mengidap virus corona. Kami tidak tahu mengapa dia mengambil langkah ini. Penyelidikan sedang dilakukan," tambahnya.

Pernyataan WHO

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan varian B.1.617 yang menyebabkan ledakan pandemi di India sudah menyebar ke 49 negara.

Hal ini diumumkan oleh WHO sehari setelah menyatakan varian Covid-19 yang pertama kali terdeteksi di India tersebut sebagai salah satu varian perhatian global atau variant of concern.

Kekhawatiran WHO tentang varian B.1.617 muncul ketika India mencatat 4.205 kematian Covid-19.

Rekor harian tersebut mendorong jumlah kematian akibat Covid-19 di negara Asia Selatan melewati angka 250.000.

Berdasarkan data yang dihimpun Worldmeters, Kamis (13/5/2021) siang, total infeksi Covid-19 yang dikonfirmasi di India lebih dari 23,7 juta.

Pada Rabu (12/5/2021) Kementerian Kesehatan India melaporkan 348.421 kasus baru.

Dikutip Kompas.com dari VOA News, sehari setelah menyatakan varian Covid-19 yang pertama kali terdeteksi di India, sebagai salah satu varian perhatian global atau variant of concern, Kamis (13/5/2021), lonjakan infeksi baru di negara terpadat kedua di dunia itu telah menciptakan bencana kemanusiaan, dengan rumah sakit yang terisi penuh dan kekurangan oksigen untuk merawat pasien.

Tak berhenti sampai di situ, diciptakan sejumlah krematorium darurat yang bisa segera membakar orang mati.

Para ahli yakin angka korban sebenarnya jauh lebih tinggi daripada angka resmi, kemungkinan 5-10 kali lebih tinggi.

Situasi berubah menjadi meresahkan minggu ini setelah lebih dari 100 mayat ditemukan mengambang di Sungai Gangga.

Foto mayat mengambang di sungai memicu kemarahan dan spekulasi mereka meninggal karena Covid-19.

Pihak berwenang belum menentukan penyebab kematian mayat-mayat itu, tetapi beberapa ahli medis telah menyuarakan keprihatinan bahwa virus corona dapat menyebar melalui air yang terkontaminasi.

Varian B.1.617 terbukti menyebar lebih cepat dan bisa lebih resisten terhadap beberapa pengobatan dan antibodi Covid-19. Ini yang menjadi alasan varian ini diklasifikasikan variant of concern.

Dengan lebih dari 23 juta kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di India, para ahli kesehatan menyalahkan varian tersebut atas lonjakan kasus baru yang mengkhawatirkan di negara itu.

(TribunTernate.com/Qonitah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved