Breaking News:

Kisah Direktur KPK yang 2 Kali Lolos TWK Bersama Firli Bahuri, Kini Dinyatakan Gagal: Tak Masuk Akal

Giri Suprapdiono kisahkan pengalamannya saat 2 dinyatakan kali lulus TWK, namun kini ia masuk dalam 75 pegawai KPK yang tak lolos TWK: Tak masuk akal.

Editor: Ronna Qurrata Ayun
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Non Aktif, Giri Suprapdiono 

TRIBUNTERNATE.COM - Nasib 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinonaktifkan karena tak lolos tes wawasan kebangsaaan (TWK) hingga kini belum menemukan kejelasan.

Diketahui, soal TWK dinilai janggal karena menanyakan hal-hal terkait ranah pribadi dan keyakinan seseorang.

Tak ayal, banyak pihak yang mempertanyakan apa sebenarnya indikator yang dapat membuktikan bahwa seseorang memiliki wawasan kebangsaan yang baik.

Terkait hal tersebut, salah satu pegawai KPK yang tak lolos TWK dan kini dinonaktifkan, Giri Suprapdiono mengisahkan pengalamannya saat dua dinyatakan kali lulus TWK.

Direktur Sosialiasi dan Kampanye Antikorupsi KPK yang kini dinonaktifkan itu menyatakan bahwa dirinya pernah lulus TWK bersama dengan Agus Rahardjo, Jimly Asshiddiqie, dan Firli Bahuri.

Giri dinyatakan lulus TWK saat ia mencalonkan diri menjadi calon Komisioner KPK pada 2014 dan 2019.

Baca juga: Pelantikan ASN Sudah Digelar, Giri Suprapdiono Ungkap Rencana 75 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK

Baca juga: Kisah Giri Suprapdiono Saat Ikuti Tes ASN: Mengapa yang Tidak Lulus Ini Sama-sama Lama di KPK?

"Saya pernah dites wawasan kebangsaan dua kali dan lolos, calon pimpinan KPK pada tahun 2014 dan tahun 2019," ujar Giri dalam webinar: 'Pengkerdilan KPK dan Membaca Arah Politik Antikorupsi di Indonesia,' Senin (7/6/2021).

"Pada 2014, saya bareng Pak Agus Rahardjo dan Pak Jimly Asshiddiqie."

"Pada 2019, bahkan bareng dengan Pak Firli Bahuri. Bahkan saya satu kelompok," jelasnya.

Tak hanya itu, Giri juga kerap kali memberikan kuliah atau materi tentang wawasan kebangsaan.

Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono dan juru bicara KPK Febri Diansyah menjadi pembicara pada diskusi di gedung KPK, Jakarta, Rabu (30/8/2017). Dikskusi tersebut bertemakan Nulis Korupsi Tanpa Kontaminasi Gratifikasi, membahas tentang pemahaman gratifikasi yang meliputi pemberian barang atau fasilitas. TRIBUNNEWS/HERUDIN
Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono dan juru bicara KPK Febri Diansyah menjadi pembicara pada diskusi di gedung KPK, Jakarta, Rabu (30/8/2017). Dikskusi tersebut bertemakan Nulis Korupsi Tanpa Kontaminasi Gratifikasi, membahas tentang pemahaman gratifikasi yang meliputi pemberian barang atau fasilitas. TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)
Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved