Breaking News:

Kisah Giri Suprapdiono Saat Ikuti Tes ASN: Mengapa yang Tidak Lulus Ini Sama-sama Lama di KPK?

Meski mendapat pertanyaan yang berbeda, Giri mendapati kesamaan para pegawai yang tidak lolos tes sudah mengabdi selama belasan tahun di KPK.

Editor: Rizki A
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono dan juru bicara KPK Febri Diansyah saat menjadi pembicara pada diskusi di gedung KPK, Jakarta, Rabu (30/8/2017). Dikskusi tersebut bertemakan Nulis Korupsi Tanpa Kontaminasi Gratifikasi, membahas tentang pemahaman gratifikasi yang meliputi pemberian barang atau fasilitas. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNTERNATE.COM - Dinonaktifkannya 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status menjadi aparatur sipil negara (ASN) masih menjadi sorotan.

Terkait hal ini, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Anti-Korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Giri Suprapdiono membagikan kisahnya saat mengikuti TWK.

Giri menceritakan, dalam tes tersebut terbagi menjadi beberapa sesi, di antaranya sesi tertulis dan wawancara.

Kemudian, dalam tes tertulis pun dibagi menjadi tiga sesi, seperti tes sikap hingga tes mengenai isu terkini.

"Yang diberikan tes kepada semua pegawai adalah tiga hal yang pertama tes tentang sikap, yang di dalamnya ditanya tentang apakah orang Jepang itu kejam?"

"Kita harus menjawab setuju atau tidak setuju, banyak hal termasuk LGBT di sana. Kemudian pertanyaan esai ditanya tentang bagaimana pendapat Anda tentang utang."

"Pendapat Anda tentang FPI, pendapat tentang komunisme, dan pendapat tentang berbagai macam hal yang berkembang. Kemudian yang ketiga, esai psikologi," kata Giri, dikutip dari tayangan Youtube tvOne, Rabu (12/5/2021).

Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono dan juru bicara KPK Febri Diansyah menjadi pembicara pada diskusi di gedung KPK, Jakarta, Rabu (30/8/2017). Dikskusi tersebut bertemakan Nulis Korupsi Tanpa Kontaminasi Gratifikasi, membahas tentang pemahaman gratifikasi yang meliputi pemberian barang atau fasilitas. TRIBUNNEWS/HERUDIN
Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono dan juru bicara KPK Febri Diansyah menjadi pembicara pada diskusi di gedung KPK, Jakarta, Rabu (30/8/2017). Dikskusi tersebut bertemakan Nulis Korupsi Tanpa Kontaminasi Gratifikasi, membahas tentang pemahaman gratifikasi yang meliputi pemberian barang atau fasilitas. TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Baca juga: Mengenal Iron Dome Israel, Teknologi Pertahanan Udara yang Mampu Cegat Roket dari Hamas Palestina

Baca juga: Dinonaktifkan KPK, Harun Al Rasyid Siap Buktikan Dirinya atau Firli Bahuri yang Tak Berintegritas

Baca juga: Novel Baswedan: Aneh, Perjuangan Anti Korupsi Dimusuhi Negeri Sendiri, Dihormati Internasional

Setelah selesai melewati tes tertulis, Giri melanjutkan untuk melakukan tes wawancara.

Dalam tes wawancara ini, Giri menyebut, para pegawai KPK mendapatkan beberapa pertanyaan kontroversi.

Namun, pertanyaan yang diajukan antar pegawai bisa berbeda-beda.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved