Kamis, 16 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Banyak Beredar Spekulasi soal Kematian Wabup Sangihe, Ini Tanggapan Keluarga

Erdawati Simon, seorang perwakilan keluarga mendiang, memberi tanggapan soal spekulasi yang beredar di masyarakat terkait meninggalnya Wabup Sangihe.

Tribun-Medan.com
Foto Wakil Bupati Sangihe, Helmud Hontong - Erdawati Simon, seorang perwakilan keluarga mendiang, memberi tanggapan soal spekulasi yang beredar di masyarakat terkait meninggalnya Wabup Sangihe. 

"Untuk hasil sementara terkait autopsi menurut dokter karena komplikasi penyakit. Jadi meninggalnya karena sakit," kata Jules kepada wartawan, Senin (14/6/2021) seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Namun demikian, pihaknya tidak menjelaskan secara detil terkait penyakit yang diderita oleh Helmud.

Nantinya, pihak kedokteran yang akan menjelaskan secara rinci.

"Dari dokter nanti yang bisa sampaikan terkait komplikasi penyakit," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, kematian Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Helmud Hontong dinilai janggal.

Ajudan Helmud, Harmen Rivaldi Kontu, menyebutkan bahwa sebelum meninggal dunia, Helmud sempat mengatakan sudah merasa pusing.

Pada saat itu, dia diminta menggosokkan minyak kayu putih di bagian belakang dan leher.

Setelah lehernya digosok dengan minyak kayu putih, Helmud tidak lagi merespon.

Baca juga: Kematian Wakil Bupati Sangihe usai Menolak Izin Tambang Emas Dinilai Janggal, DPR: Harus Diselidiki

Baca juga: Kematian Wakil Bupati Sangihe Jadi Sorotan, Polisi Sebut Penyebabnya Tak Terkait Izin Tambang

Bahkan, Harmen mengatakan ada darah yang keluar dari mulut dan hidung Helmud Hontong.

"Sekitar lima menit itu saya lihat Bapak langsung tersandar. Saya panggil dan kore-kore (colek), namun sudah tidak ada respon lagi. Saya langsung panggil pramugari, namun tetap Bapak tidak ada respon. Kemudian keluar darah lewat mulut. Tak lama kemudian darah keluar dari hidung," kata Harmen, Kamis (9/6/2021).

Sebagai informasi, Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut), Helmud Hontong dikabarkan sempat mengirim surat permintaan pembatalan izin tambang PT Tambang Mas Sangihe ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Surat itu disebut dikirim atas inisiatif pribadi Helmud Hontong.

Salinan surat tersebut beredar di media sosial (medsos) setelah Helmud Hontong meninggal dunia.

Pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe pun telah mengetahui surat tersebut.

"Pemerintah tidak ada (mengirim surat pembatalan izin tambang PT Tambang Mas Sangihe). Dalam kapasitas pemerintah. Mungkin beliau itu menyurat dalam kapasitas pribadi," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Sangihe Harry Wollf, Jumat (11/6/2021).

(TribunTernate.com/Qonitah)

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved