Breaking News:

Jaksa Sebut Nota Pembelaan Rizieq Shihab Didominasi oleh Keluh Kesah Belaka dan Tak Berdasar

Jaksa bacakan nota tanggapan atau replik atas pleidoi terdakwa Rizieq Shihab dalam perkara hasil swab test RS UMMI di PN Jaktim, Senin (14/6/2021).

Editor: Ronna Qurrata Ayun
Tribunnews.com/Jeprima
Habib Rizieq Shihab saat mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (12/12/2020) pagi. 

TRIBUNTERNATE.COM - Habib Rizieq Shihab telah membacakan nota pembelaan atau pleidoinya dalam sidang lanjutan kasus dugaan tindak pidana berita bohong hasil swab test PCR di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (10/6/2021).

Kini, giliran Jaksa penuntut umum (JPU) membacakan nota tanggapan atau replik atas pleidoi yang dilayangkan terdakwa Rizieq Shihab atas perkara hasil swab test RS UMMI.

Penyampaian replik itu diutarakan JPU dalam sidang lanjutan yang digelar di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada Senin (14/6/2021).

Dalam repliknya, jaksa menyatakan bahwa pernyataan Rizieq Shihab dalam pleidoinya yang kerap menyebut kasusnya merupakan upaya Oligarki Anti Tuhan adalah tidak berdasar.

Sebab, kata jaksa, ujaran yang disampaikan Rizieq terkait Oligarki Anti Tuhan itu tidak memiliki dasar dalil yang kuat melainkan hanya ungkapan kekesalan.

"Entah ditujukan kepada siapa Oligarki Anti Tuhan tersebut, padahal seluruh warga negara berketuhanan dengan sah," kata jaksa dalam repliknya.

"Seharusnya terdakwa menguraikan kekesalannya bukan di sini tempatnya. Jangan berkoar-koar tanpa dalil yang kuat," sambungnya.

Baca juga: Bacakan Pleidoi, Rizieq Shihab Bantah Semua Tuduhan & Minta Nama Baik Serta Kehormatannya Dipulihkan

Baca juga: Kuasa Hukum Rizieq Shihab Bantah Penggalangan Dana untuk Bayar Denda Kasus Kerumunan Megamendung

Tak hanya itu, jaksa juga menuding bahwa seluruh nota pembelaan yang dibacakan oleh Rizieq Shihab didominasi oleh keluh kesah belaka.

Bahkan, kata jaksa, keluh kesah yang diutarakan eks Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu tidak ada kaitannya dengan pokok perkara.

"Habib Muhammad Rizieq terlalu banyak menyampaikan keluh kesahnya yang hampir tidak ada hubungannya dengan pokok perkara yang sedang disidangkan.”

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved