Breaking News:

Merasa Berjasa Selama Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo Berharap Divonis Bebas

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo berharap dirinya divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, ini alasannya...

Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menjalani pemeriksaan lanjutan kasus dugaan suap izin ekspor benih bening lobster di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (29/1/2021). 

TRIBUNTERNATE.COM - Sidang dugaan suap izin ekspor benih lobster (benur) yang menetapkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai terdakwa kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (16/6/2021).

Dalam sidang kali ini, Edhy Prabowo berharap dirinya bisa divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

"Saya berharap dari hasil kesaksian 70 lebih yang dihadirkan di sini, saya berharap majelis hakim tuntutan maupun putusan bisa membebaskan saya," kata Edhy saat ditemui awak media disela-sela persidangan, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (16/6/2021).

Meskipun demikian, Edhy Prabowo menyatakan bahwa dirinya siap mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan terus mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.

"Tapi, saya tidak akan lari dari tanggung jawab, makanya saya hadir di sini," ujarnya.

"Saya sudah 6,5 bulan lebih ditahan di KPK. Saya enggak bangga, tapi saya jalani sebagai tanggung jawab moral saya sebagai seorang menteri, sebagai seorang pemimpin di tempat ini," lanjut dia.

Baca juga: Daftar Barang Mewah yang Dibeli Edhy dan Istri dengan Uang Eksportir Benur, Capai Rp 800 Juta

Baca juga: Didakwa Terima Suap Rp25,7 Miliar, Edhy Prabowo Tak Merasa Bersalah dan Tak Ajukan Keberatan

Di sisi lain, Edhy menilai dirinya telah banyak berjasa untuk negara saat menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

Pasalnya, menurut politisi Partai Gerindra ini, saat dirinya menjabat sebagai menteri, ia memiliki dua tugas penting yang dinilainya menjadi pertimbangan hakim untuk memberikan kebebasan kepadanya.

"(Pertama) membangun komunikasi dengan nelayan, pembudidaya ikan, petambak, dan seluruh stakeholder perikanan. Kedua adalah membangun sektor perikanan budi daya," kata Edhy.

Selain itu, dirinya juga mengemban tugas yang dinilainya lebih berat, yakni harus bekerja cepat untuk mengimplementasikan sektor perikanan dan budi daya laut di Indonesia.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved