Breaking News:

Desakan 5 Organisasi Profesi Dokter terhadap Pemerintah Terkait Lonjakan Kasus Covid-19 di Tanah Air

Lima organisasi itu meminta pemerintah segera mengambil langkah cepat agar lonjakan kasus Covid-19 tak membuat sistem kesehatan di Indonesia lumpuh.

Editor: Rizki A
TRIBUNJATENG/Permata Putra Sejati
ILUSTRASI - Simulasi penanganan pasien virus corona Covid-19 di RS Margono Soekarjo, Purwokerto. 

TRIBUNTERNATE.COM - Angka kasus infeksi virus corona Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut data pemerintah per Kamis (17/6/2021), terdapat penambahan sebanyak 12.624 kasus baru positif Covid-19 dalam sehari. 

Sementara, total kasus infeksi Covid-19 di Indonesia telah mencapai 1.950.276, dengan angka kematian tercatat sebesar 53.753.

Terkait lonjakan kasus Covid-19 di Tanah Air dalam beberapa waktu terakhir, lima organisasi profesi dokter di Indonesia memberi pernyataan sikapnya.

Adapun lima organisasi itu, antara lain Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardivaskuler Indonesia (PERKI).

Mereka minta pemerintah segera mengambil langkah cepat agar lonjakan kasus ini tak membuat sistem kesehatan di Indonesia lumpuh.

Sebab, jika sistem kesehatan lumpuh, nantinya sektor kehidupan lain akan ikut melemah juga.

Hal itu diungkapkan oleh salah satu perwakilan dari PDPI, Erlina Burhan.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Ketua Satgas Covid-19 IDI Zubairi Djoerban Sebut Lockdown Perlu Diterapkan

Baca juga: Positivity Rate Covid-19 Sentuh Angka 37 Persen, IDAI Tegas Menolak Pelaksanaan PTM Terbatas

Baca juga: Dua Warga Riau Meninggal setelah Divaksin Sinovac, Ketua Komda KIPI: Penyebabnya Penyakit Komorbid

"Jangan sampai terjadi sistem kesehatan kita menjadi collapse. Karena, kalau sistem kesehatan kita collapse dan kita tidak melakukan action apa-apa, maka sistem yang lain menjadi collapse."

"Ekonomi collapse, kemudian pendidikan collapse, anak-anak tidak bisa sekolah."

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved