Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Kasus Covid-19 Melonjak, Ketua Satgas Covid-19 IDI Zubairi Djoerban Sebut Lockdown Perlu Diterapkan

Mengingat pandemi Covid-19 semakin parah, menurut Zubairi Djoerban, yang dibutuhkan adalah pembatasan pergerakan masyarakat.

Kompas.com/Sania Mashabi
Dokter spesialis penyakit dalam (internis) sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM. 

TRIBUNTERNATE.COM - Angka kasus infeksi virus corona Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut data pemerintah per Kamis (17/6/2021), terdapat penambahan sebanyak 12.624 kasus baru positif Covid-19 dalam sehari. 

Sementara, total kasus infeksi Covid-19 di Indonesia telah mencapai 1.950.276, dengan angka kematian tercatat sebesar 53.753.

Drastisnya lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia mendorong diterapkannya kuncitara atau lockdown, tak hanya sekadar pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Hal ini pun turut mendapat sorotan dari dokter spesialis penyakit dalam (internis) senior Prof. Dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM.

Melalui utas cuitannya yang diunggah di akun Twitter @ProfesorZubairi pada Kamis (17/6/2021), ia memberikan pemaparannya.

Mulanya, Zubairi Djoerban menyebut kebijakan lockdown memang tidak populer di Indonesia, alias masih menuai banyak penolakan.

Namun, ia mengatakan bahwa kebijakan lockdown terbuktif efektif di sejumlah negara, termasuk India.

Diketahui, India sendiri mengalami lonjakan kasus virus corona yang tinggi sampai-sampai disebut Tsunami Covid-19.

Menurut Zubairi, berkat diterapkannya lockdown, kasus infeksi Covid-19 harian di India dapat turun, dari 400.000 kasus menjadi sekitar 70.000.

Zubairi menegaskan, pandemi Covid-19 akan semakin sulit dikendalikan jika kebijakan jarak sosial skala ekstrem tidak diberlakukan.

"Meski tak populer di Indonesia, namun kebijakan lockdown terbukti efektif di beberapa negara. Sebut saja di India, yang dari 400 ribu kasus per hari, turun menjadi 70 ribu. Saya rasa, pandemi akan sulit terkendali jika jarak sosial ekstrem tidak diperaktikkan." tulis Zubairi.

Baca juga: Epidemiolog: Lonjakan Covid-19 Disebabkan Gagalnya Cegah-Tangkal, Varian India dan Afrika Masuk RI

Baca juga: India Catat 4.209 Kasus Kematian Harian akibat Covid-19 di Tengah Ancaman Infeksi Jamur Hitam

Baca juga: Dua Warga Riau Meninggal setelah Divaksin Sinovac, Ketua Komda KIPI: Penyebabnya Penyakit Komorbid

Kemudian, Ketua Satgas Kewaspadaan dan Kesiagaan Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini menjelaskan, berapa lama lockdown seharusnya diterapkan.

Ia menyebut, penerapan lockdown paling cepat dua minggu.

Namun, dalam pemberlakuannya, perlu pula diperhatikan berapa penurunan tingkat positivitas atau rate positivity dalam suatu daerah.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved