Jumat, 10 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Mengenal Vaksin Covid-19 Sinopharm dan Sinovac: Punya Efek Samping Serupa, Sama-sama Produksi China

Diketahui, saat ini ada dua jenis vaksin Covid-19 produksi China, yakni vaksin Sinopharm dan vaksin Sinovac. Apa persamaan mereka?

Daily Mail UK
Ilustrasi suntikan vaksin. Diketahui, saat ini ada dua jenis vaksin Covid-19 produksi China, yakni vaksin Sinopharm dan vaksin Sinovac. Apa persamaan mereka? 

TRIBUNTERNATE.COM - Dalam menghadapi pandemi virus corona penyebab penyakit Covid-19, salah satu upayanya adalah program vaksinasi.

Ada beragam jenis vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh sejumlah negara.

Salah satu negara yang mengembangkan dan memproduksi vaksin Covid-19 adalah China.

Diketahui, saat ini ada dua jenis vaksin Covid-19 produksi China, yakni vaksin Sinopharm dan vaksin Sinovac.

Kedua vaksin ini rupanya memiliki profil efek sampingnya juga mirip.

Frekuensi kejadian efek sampingnya adalah 0,01 persen atau terkategori sangat jarang.

Diterangkan Guru Besar Fakultas Farmasi UGM Prof Zullies Ikawati, PhD, Apt menuturkan, karena memiliki platform yang sama dengan vaksin Sinovac, maka efek samping yang dijumpai dalam uji klinik adalah efek samping lokal yang ringan.

Efek yang dimaksud, seperti nyeri atau kemerahan di tempat suntikan, dan efek samping sistemik berupa sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, diare dan batuk.

"Efek-efek samping ini segera membaik dan umumnya tidak memerlukan pengobatan," ujarnya dalam keterangan yang diterima, Senin (21/6/2021).

Baca juga: Terancam Tersingkir karena Tak Lolos TWK, Novel Baswedan Pernah Diminta Mundur dari KPK sejak 2016

Baca juga: Kemenkes RI Sebut 4 Merek Vaksin Covid-19 Tak Boleh untuk Vaksinasi Gotong Royong, Apa Saja?

Baca juga: WHO Setujui Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Covid-19 Sinovac

Baca juga: Kemenkes RI Tegaskan Narasi Vaksin Covid-19 Mengandung Microchip Magnetis adalah HOAKS

Vaksin Sinopharm telah masuk dalam list WHO dan mendapatkan EUA di China, Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir dan Yordania, dan kini juga di Indonesia.

Ilustrasi demam
Ilustrasi demam (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Vaksin ini menggunakan platform yang sama dengan vaksin Sinovac, yaitu virus yang diinaktivasi.

Dalam uji klinik di Uni Emirat Arab, efikasi vaksin Sinopharm mencapai 78%, dan vaksin ini dapat digunakan pada populasi usia 18 tahun ke atas sampai lansia.

Ia menuturkan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan efek samping vaksin, baik vaksin AstraZeneca maupun Sinopharm.

Secara umum, dari hasil eveluasi terhadap uji klinik yang telah melibatkan ribuan orang di berbagai negara, manfaat vaksin jauh melebihi risiko efek sampingnya.

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) secara umum bersifat ringan sampai sedang dan bersifat individual, dan adanya KIPI juga menunjukkan bahwa vaksinnya sedang bekerja.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved