Euro 2020
Laga Italia vs Spanyol di Semifinal Euro 2020 Jadi Ajang Duel Dua Pivot Andalan Masing-masing
Dalam laga Spanyol vs Italia di Euro 2021 dini hari nanti, Koke-Pedri-Busquets akan berhadapan dengan Jorginho-Barella-Veratti
TRIBUNTERNATE.COM - Laga sengit Italia vs Spanyol akan terjadi di babak Semifinal Euro 2020 (Euro 2021), Rabu (7/7/2021) dini hari WIB nanti.
Laga semifinal pertama Euro 2020 ini akan berlangsung di Stadion Wembley, London.
Sama-sama dijagokan jadi juara Euro 2021, tentu pertandingan Italia vs Spanyol diprediksi akan berlangsung dengan sengit.
Ada satu hal yang menarik dari duel akbar lini tengah tersebut, yakni duel dua pivot andalan masing-masing negara akan tersaji dengan sengit.
Dalam laga Spanyol vs Italia di Euro 2021 dini hari nanti, Koke-Pedri-Busquets akan berhadapan dengan Jorginho-Barella-Veratti.
Baca juga: Serba-serbi Laga Belgia vs Italia Perempat Final Euro 2020: Italia Samai Rekor Prancis hingga Ceko
Baca juga: Seputar Kekalahan Jerman dari Inggris di Euro 2021, Tanda Pahit Berakhirnya Era Pelatih Joachim Loew
Baca juga: Fakta Laga Inggris vs Jerman Euro 2020: Pecahnya Kutukan Selalu Kalah atas Jerman di Turnamen Besar
Tidak ada yang lebih memikat dibanding permainan Spanyol pada 2012.
Busquets, Xavi dan Iniesta menjadi ruh permainan La Furia Roja, bahkan mengerdilkan peran striker untuk mencetak gol.
Maju sewindu kemudian, trio tersebut menginspirasi Italia, yang kini turun seagai salah satu gelandang paling mumpuni di antara kontenstan Euro 2021.
Asisten Roberto Mancini, Daniele De Rossi paham bagaimana Luis Enrique bermain.
Sama seperti jebolan Barcelona lainnya, Luis Enrique sangat khusyuk dalam mengomandoi lini tengah.
Yang diingat oleh De Rossi, adalah ketika Luis Enrique memperagakan La Salaida Lavolpiana.
Cara ini merupakan teknik latihan yang digunakan Ricardo La Volpe, pelatih asal Meksiko, adalah teknik latihan yang menguras fisik untuk menguasai bola dan mengalirkan bola dengan cepat.
De Rossi melihat itu, dan menyebut Enrique cukup gila, bagaimana bisa pemain di kelompok umur junior diberikan pelatihan dengan intensitas setinggi itu.
Sepak bola kian homogen dengan permainan di lini tengah, terima kasih untuk pria berkepala plontos bernama Pep Guardiola yang menyebarkan cara bermain dengan penguasaan bola di lini tengah.
Sejatinya, ini menghilangkan apa yang menjadi kekuatan dari Italia, bermain defensif dan kokoh di lini belakang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/sergio-busquets.jpg)