Peneliti di Inggris Rumuskan Blueprint untuk Cegah Kemunculan Kembali Pandemi Covid-19 di Masa Depan
Para peneliti di Inggris telah merumuskan sebuah blueprint untuk menghentikan pandemi virus corona di masa depan.
TRIBUNTERNATE.COM - Para peneliti di Inggris telah menemukan langkah-langkah kesehatan masyarakat yang terbaik untuk menghentikan pandemi virus corona di masa depan.
Mereka telah merumuskan blueprint/cetak biru untuk mencegah pandemi kembali terjadi lagi.
Para ahli yang dipimpin oleh akademisi di University College London tersebut, telah menganalisis data dari 118 penelitian dalam merumuskan cetak biru untuk mengendalikan lonjakan virus corona dan mencegah pandemi kembali terjadi di masa depan.
Hasil penelitian tersebut kini telah diterbitkan dalam jurnal BMJ Open.
Menurut mereka, kontrol perbatasan, pembatasan masuk, dan karantina untuk warga negara asing yang masuk adalah hal sangat penting untuk menghentikan, tidak hanya Covid-19, tetapi juga pandemi di masa depan.
Selanjutnya, para peneliti juga merekomendasikan penggunaan data GPS dari smartphone untuk melihat apakah seseorang telah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi.
Dalam penelitian tersebut mereka menyebutkan bahwa strategi terbaik untuk menangani pandemi mencakup beberapa hal yakni dengan menemukan (orang yang terinfeksi), menguji, melacak, mengisolasi, dan memberikan support sistem.
Baca juga: Penjelasan Dokter Soal Penggunaan Inhaler dan Nebulizer bagi Penderita Covid-19 dengan Komorbid Asma
Baca juga: Mengenal Actemra dan Kevzara, 2 Obat Baru untuk Pasien Covid-19 yang Direkomendasikan WHO
Berikut ringkasan secara singkat isi rumusan cetak biru yang dibuat oleh para peneliti tersebut dilansir dari Sky News.
1. Kontrol perbatasan yang efektif, pembatasan masuk dan karantina bagi warga luar negeri yang masuk.
2. Sistem pengujian dan penelusuran (tracing and testing) yang efektif untuk menemukan kasus positif dan memastikan mereka yang terinfeksi mematuhi aturan isolasi
3. Penggunaan aplikasi smartphone dan data GPS untuk pelacakan kontak
4. Pengujian awal orang berisiko tinggi seperti petugas kesehatan atau penghuni panti jompo
5. Menggunakan laboratorium yang ada untuk memperluas kapasitas pengujian dengan cepat
6. Dukungan mental, fisik dan keuangan untuk memungkinkan orang-orang tetap pada langkah-langkah pengendalian infeksi dan isolasi diri
7. Data layanan kesehatan yang terhubung untuk memungkinkan kerjasama yang lancar antara badan-badan nasional dan lokal untuk berbagi data secara real-time