Kamis, 30 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Stok Menipis, Pemerintah Berburu Obat Penanganan Covid-19 ke India, China, hingga Swiss

Wakil Menkes RI, Dante Saksono Herbuwono membeberkan bahwa pemerintah berburu obat penanganan Covid-19 dan mendapatkannya dari India, China, dan Swiss

Tayang:
AFP PHOTO/-
ILUSTRASI Obat Covid-19 Remdesivir. Pemerintah berburu obat penanganan Covid-19 ke India, China, hingga Swiss. 

TRIBUNTERNATE.COM - Kasus virus corona atau Covid-19 di Indonesia hingga Sabtu (17/7/2021) masih terus berada di kisaran 50 ribu kasus per harinya.

Hal ini lantas membuat ketersediaan fasilitas kesehatan hingga obat-obatan semakin menipis, karena semakin banyak masyarakat yang membutuhkan.

Di Indonesia sendiri saat ini ada tiga jenis obat-obat Covid-19 yang stoknya terbatas, yakni Remdesivir, Gammaras (IVIg), dan Tocilizumab (Actemra).

Demi memenuhi kebutuhan obat-obatan tersebut, pemerintah Indonesia berburu hingga ke tiga negara, yakni India, China, dan Swiss.

Menurut Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Dante Saksono Harbuwono, ketiga jenis obat tersebut kini menjadi obat yang sangat dibutuhkan secara global.

“Kami menyadari ada obat-obat yang memang secara global pasokannya sangat ketat.”

“Obat-obat tersebut antara lain Remdisivir, Actemra, dan Gammaraas," ujar Dante dalam konferensi pers virtual, Sabtu (17/7/2021).

Wakil Menteri Kesehatan, dr. Dante Saksono.
Wakil Menteri Kesehatan, dr. Dante Saksono. (Dok. Kementerian Sekretariat Negara RI)

Baca juga: Blusukan di Sunter Agung, Joko Widodo Bagikan Paket Sembako dan Obat-obatan Gratis untuk Warga

Baca juga: BPOM Tegaskan BELUM Beri Izin Penggunaan Darurat untuk Ivermectin sebagai Obat Terapi Covid-19

Namunn demikian, Dante menjelaskan, Indonesia telah melakukan kesepakatan impor Remdisivir dari India, Pakistan dan China

“Jadi sekarang sudah dibantu Kemenlu agar India bisa membuka kembali ekspornya.”

“Sudah mulai masuk 50 ribu vial Remdesivir. Nanti akan bertambah lagi menjadi 50 ribu per minggu," papar Dante.

Selain itu juga membuka akses dengan perusahaan produsen Actemra di Swiss yakmi Roche.

“Dan akan mendapatkan obat serupa (Actemra) dari China," imbuhnya.

Sementara, untuk obat-obatan lain yang diproduksi dalam negeri, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus mengupayakan koordinasi dengan Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi.

Hal tersebut dilakukan agar distribusi obat bisa lebih merata ke seluruh Tanah Air.

Luhut Sebut Indonesia telah Impor 4 Obat-obatan Covid-19 yang Harganya Sangat Mahal

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved