Najwa Soroti Marahnya Jokowi saat Tegur Menteri agar Hati-hati Bicara, Ini Penjelasan Pramono Anung
Menjawab pertanyaan Najwa, Pramono bercerita, pada saat itu dirinya langsung dipanggil oleh sang RI 1.
TRIBUNTERNATE.COM - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sempat memperingatkan para menterinya agar hati-hati berbicara mengenai pandemi Covid-19.
Peringatan itu disampaikan oleh Jokowi pada Rapat Terbatas, 16 Juli 2021 kemarin.
Dalam acara Mata Najwa, Rabu (21/7/2021) malam, Najwa Shihab selaku pembawa acara mengupas momen tersebut bersama Sekretaris Kabinet, Pramono Anung.
Sebelum menanyakan Pramono, Najwa mengutip sekilas pernyataan Jokowi pada saat itu.
"Yang berkaitan dengan komunikasi publik itu yang menimbulkan optimisme, yang menimbulkan ketenangan," ujar Jokowi, Jumat (16/7/2021).
"Karena terus terang saja, masyarakat ini khawatir mengenai Covid-19 yang naik terus, kemudian kematian tinggi, kemudian juga yang berkaitan dengan urusan makan, urusan perut ini hati-hati. Jangan sampai diantara kita ini tidak sensitif terhadap hal-hal seperti ini."
"Jangan sampai masyarakat frustrasi gara-gara kesalahan-kesalahan kita dalam berkomunikasi, kesalahan-kesalahan kita dalam menjalankan sebuah policy," papar Jokowi.
Baca juga: Akankah Jokowi Minta Maaf soal Covid? Ini Jawaban Pramono Anung: Tidak akan Mengurangi Wibawa
Baca juga: Jokowi Larang Menteri Bepergian ke Luar Negeri, Hanya Menlu RI Retno Marsudi yang Diperbolehkan
Menyoroti pernyataan itu, Najwa melihat Jokowi terkesan marah.
"Kalau saya lihat raut muka Pak Jokowi agak tegang, kayaknya marah ya itu Mas Pram pada saat mengatakan itu," kata Najwa.
Menjawab pertanyaan Najwa, Pramono bercerita, pada saat itu dirinya langsung dipanggil oleh sang RI 1.
"Ketika kejadian ini, presiden secara langsung pada waktu itu meminta saya untuk segera menyampaikan kepada publik," kata Pramono.
Terkait peringatan yang disampaikan Jokowi, Pramono mengatakan ada kekurangan dalam komunikasi antar pejabat di Istana.
"Ini artinya memang apa pun harus diakui komunikasi di dalam tubuh pemerintah tidak sempurna, dan itu harus disempurnakan," ujar dia.
Di sisi lain, Pramono juga mengungkit bagaimana para pejabat di Istana patuh atas instruksi Jokowi karena saat itu tiga menteri, 1 wakil menteri, dan 1 kepala lembaga yang tadinya berencana ke luar negeri akhirnya dibatalkan.
Baca juga: Tak Lagi PPKM Darurat, Pemerintah Kini Gunakan Istilah PPKM Level 4
"Artinya keputusan dalam hal ini dipatuhi, dituruti oleh semua menteri atau kepala lembaga yang ada," ujar Pramono.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/pramono-anung-vguhbfjv.jpg)