Breaking News:

Virus Corona

Pandemi Covid-19 di Indonesia Tak Bisa Membaik Jika Implementasi PPKM di Lapangan Masih Rendah

Menurut Epidemiolog UGM Bayu Satria, efektif atau tidaknya kebijakan perpanjangan PPKM Darurat ini tergantung dari implementasinya.

Editor: Rizki A
TRIBUNNEWS/HERUDIN
ILUSTRASI PPKM Darurat. - Petugas gabungan Polisi, TNI, Dishub, dan Satpol PP melakukan penyekatan sebelum underpass Jalan Jenderal Basuki Rachmat atau yang dikenal dengan Underpass Basura, Jakarta Timur, Kamis (15/7/2021). Menurut Epidemiolog UGM Bayu Satria, efektif atau tidaknya kebijakan perpanjangan PPKM Darurat ini tergantung dari implementasinya. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pandemi virus corona Covid-19 di Indonesia telah berlangsung selama kurang lebih 1,5 tahun.

Dalam kurun waktu itu, angka kasus infeksi dan kematian terus mengalami peningkatan.

Bahkan, pada Kamis (22/7/2021) hari ini, kasus kematian harian akibat Covid-19 memecahkan rekor tertinggi dengan 1.449 kasus.

Sementara, total kasus infeksi Covid-19 Indonesia telah menembus angka tiga juta, tepatnya 3.033.339 kasus.

Kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia menimbulkan kekhawatiran dari berbagai pihak, termasuk epidemolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Bayu Satria.

Menurut Bayu, efektif atau tidaknya kebijakan perpanjangan PPKM Darurat ini tergantung dari implementasinya.

Bahkan, Bayu Satria juga merasa ragu pandemi Covid-19 di Tanah Air bisa segera membaik.

Sebab, implementasi kebijakan PPKM Darurat di lapangan masih lemah.

"Kalau efektif atau tidak tergantung dari implementasinya juga. Kalau masih seperti sekarang kok saya ragu akan membaik cepat karena implementasinya masih lemah di lapangan terkait PPKM ini," kata Bayu kepada Tribunnews.com, Rabu (21/7/2021).

Lebih lanjut Bayu menuturkan jika esensi utama penurunan tingkat mobilitas ini tidak begitu terlihat berhasil.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved