Breaking News:

Virus Corona

Pemerintah Bisa Longgarkan PPKM Jika 4 Pertimbangan Relaksasi Ini telah Terpenuhi, Apa Saja?

Prof Wiku Adisasmito beberkan 4 pertimbangan yang jadi pijakan pemerintah dalam menerapkan pelonggaran PPKM di masa pandemi Covid-19.

Penulis: Ronna Qurrata Ayun | Editor: Rizki A
YouTube/Sekretariat Presiden
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito beberkan empat pertimbangan yang menjadi pijakan pemerintah dalam menerapkan relaksasi atau pelonggaran PPKM di masa pandemi Covid-19. 

Adanya tren penurunan mobilitas masyarakat dan keluhan untuk segera merelaksasi pembatasan yang cukup ketat selama satu bulan terakhir menjadi faktor penting bagi pemerintah untuk melakukan pelonggaran.

4. Dampak sosial ekonomi.

Adanya dampak sosial ekonomi yang cukup berat, khususnya bagi masyarakat dengan pendapatan menengah ke bawah dan usaha mikro menjadi pertimbangan dalam melakukan pelonggaran.

Dengan demikian, jika keempat pertimbangan relaksasi tersebut terpenuhi dan angka kasus harian mengalami penurunan, maka pelonggaran PPKM akan dilakukan secara bertahap.

"Jika tren kasus Covid-19 mengalami penurunan, maka relaksasi PPKM akan dilakukan secara bertahap mulai 26 Juli 2021," tutur Prof Wiku.

Ketua Tim Pakar dan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito.
Ketua Tim Pakar dan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. (Dok. BNPB)

Namun, Wiku mengingatkan, relaksasi ini bukan berarti masyarakat bisa bebas beraktivitas seperti masa awal sebelum pandemi Covid-19.

Melainkan, secara bertahap masyarakat akan menuju kehidupan normal baru.

"Perlu diingat bahwa melakukan relaksasi bukan berarti menghapus pembatasan layaknya kembali ke masa awal sebelum pandemi Covid-19 terjadi."

"Akan tetapi, secara bertahap dan hati-hati menuju kehidupan normal yang baru sekaligus bersiap jika memang perlu dilakukan pengatatan kembali," jelasnya.

Wiku menjelaskan, ke depan relaksasi atau pelonggaran pengetatan di masa pandemi ini akan terus dievaluasi setiap dua minggu, sesuai dengan riwayat alamiah Covid-19.

"Umumnya sesuai dengan riwayat alamiah Covid-19, evaluasi pelonggaran bisa diamati setelah hari ke-10 sampai dengan ke-14."

"Dimohon kepada masyarakat agar untuk tetap waspada agar kondisi tetap terkendali dan relaksasi dapat dilakukan dengan baik," tandas Prof Wiku.

(TribunTernate.com/Ron)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved