Senin, 20 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Perubahan Iklim

Bencana Alam akibat Perubahan Iklim akan Jadi Tema Utama Laporan Sains PBB

Meningkatnya suhu udara, kebakaran hutan, dan kekeringan tak bisa dipungkiri merupakan dampak dari pemanasan global yang diakibatkan oleh manusia.

Twitter/Forest Service NW via disasterphilanthropy.org
ILUSTRASI - kebakaran hutan akibat perubahan iklim. 

Mulai Senin mendatang, perwakilan dari 195 negara, dengan para ilmuwan di sisi mereka, akan memeriksa laporan "ringkasan untuk pembuat kebijakan" setebal 20 hingga 30 halaman itu, baris demi baris, kata demi kata.

PROBABILITAS RENDAH, RISIKO TINGGI

Pertemuan virtual untuk tahap pertama ini - mencakup ilmu fisika - dari laporan yang terdiri atas tiga bagian itu akan memakan waktu dua minggu lebih lama daripada yang biasa, dengan rilis dokumen dijadwalkan pada 9 Agustus 2021 mendatang.

Bagian kedua dari laporan, yang akan diterbitkan pada Februari 2022, mencakup dampak perubahan iklim.

Bocoran draft laporan yang diperoleh AFP memperingatkan bahwa perubahan iklim secara fundamental akan membentuk kembali kehidupan di Bumi dalam beberapa dekade mendatang bahkan meski polusi karbon yang membuat suhu Bumi menghangat berhasil ditaklukkan.

Bocoran itu juga menyerukan "perubahan transformasional" agar generasi mendatang tidak menghadapi dampak perubahan iklim yang jauh lebih buruk.

Bagian ketiga, yang akan diumumkan bulan berikutnya, membahas solusi untuk mengurangi emisi karbon.

Bagian satu laporan akan memproyeksikan suhu global hingga tahun 2100 di bawah skenario emisi yang berbeda.

Beberapa di antara skenario itu masih konsisten dengan tujuan Perjanjian Paris.

Namun, sejumlah skenario lainnya akan, pada akhir abad ini, menjerumuskan generasi masa depan ke dunia yang sangat tidak nyaman, dengan suhu global rata-rata 3 atau 4 derajat Celsius di atas suhu pada masa praindustri.

Dengan hampir seluruh basis didasarkan pada penelitian yang telah diterbitkan, laporan itu dapat memperkirakan - bahkan di bawah skenario optimis - dunia akan "melampaui" dari target 1,5 derajat Celcius, dan perkiraan yang direvisi lebih tinggi untuk kenaikan permukaan laut dalam jangka panjang.

Jika proyeksi Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) minggu ini tentang rekor polusi karbon pada tahun 2023 benar, lampauan target seperti itu bisa bertahan lama.

Selain itu, akan ada fokus baru pada apa yang disebut peristiwa "probabilitas rendah, berisiko tinggi".

"Umpan balik yang memperkuat perubahan lebih kuat dari yang kami kira, dan kita semua mungkin akan mendekati beberapa titik kritis," kata Tim Lenton, Direktur Global Systems Institute di University of Exeter.

Di luar ambang batas suhu yang belum ditentukan, bagian-bagian dari sistem iklim dapat melampaui titik-yang-tidak-bisa-dikembalikan; termasuk lapisan es yang bisa menahan kenaikan permukaan laut setinggi hitungan meter, dan lapisan es yang sarat dengan gas rumah kaca dua kali lebih banyak daripada yang berada di atmosfer.

SUMBER: AFP via Channel News Asia

(TribunTernate.com/Rizki A)

Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved